Pengaruh Posisi Matahari dan Fase Bulan Terhadap Pemijahan Ikan Giru (Amphiprion percu/a Lac.) di Perairan Pulau Bone Batang Propinsi Sulawesi Selatan
View/ Open
Date
1997Author
Yusuf, Kami!
Eidman, Muhamad
Affandi, Ridwan
Purba, Mulia
Metadata
Show full item recordAbstract
Sebagaimana diketabui bahwa, posisi matahari dan fase bulan mempunyai pengaruh terhadap faktor fisika, kimia dan biologi perairan dimana organisme air berada termasuk ikan giru. Hal ini pada gilirannya dapat mempengaruhi proses reproduksi organisme tersebut. Akan tetapi faktor yang dominan mempengaruhi proses reproduksi khususnya pemijahan ikan giru belum diketahui dengan pasti.
Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh posisi matahari dan fase bulan terhadap pemijahan ikan giru (Amphiprion percu/a Lac.) di Perairan Pulau Bone Batang Propinsi Sulawesi Selatan.
Pengambilan induk ikan giru 4 ekor dan penh'llkuran kualitas air (intensitas cahaya, suhu, pasang surut, kecepatan arus, oksigen terlarut dan salinitas) dilakukan pada pukul 08.00 WITA, setiap fase bulan baru, seperempat awal, bulan purnama dan seperempat akhir sedangkan pengukuran pasang surut dilakukan 24 jam dengan selang waktu pengukuran 1 jam selama 3 bulan (Bulan Pebruari, Maret dan April 1997).
Hasil analisis ragam pengaruh posisi matahari dan fase bulan sangat berpengaruh nyata (P<0, 0 I) terhadap kisaran pasang surut. Hasil Uji Tukey menunjukkan Bulan Pebruari berbeda dengan Bulan Maret dan April. Sedangkan fase bulan LQ dan FQ berbeda dengan NM dan FM. Hasil analisis regresi linier berganda, pengaruh fisika-kimia terhadap kandungan gizi makanan (protein kasar, lemak kasar dan serat kasar) ikan giru tidak berbeda nyata (P>0,05). Sedangkan pengaruh kandungan gizi makanan terhadap 1KG sangat berbeda nyata (P<0,01). Pemijahan berlangsung pada bulan purnama fase hari ke 13-17 pada pukul 08.00 pagi hari.
Collections
- MT - Fisheries [3214]
