Studi Pewarisan Sifat Toleran terhadap Intensitas Cahaya Rendah pada Cabai (Capsicum annuum L.)
View/ Open
Date
2010Author
Marwiyah, Siti
Wahyu, Yudiwanti
Yunianti, Rahmi
Metadata
Show full item recordAbstract
Ekstensifikasi lahan merupakan suatu alternatif pilihan dalam mengatasi ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan cabai di Indonesia. Penanaman cabai dapat memanfaatkan lahan di bawah tegakan tanaman perkebunan. Penanam cabai sebagai tanaman sela di bawah tegakan tanaman perkebunan menghadapi kendala penurunan intensitas cahaya yang diterima cabai. Penggunaan varietas toleran terhadap intensitas cahaya rendah dan produksi tinggi sangat dianjurkan. Informasi kendali genetik sifat toleransi terhadap intensitas cahaya rendah dan kaitannya dengan produksi sangat diperlukan dalam perakitan varietas demikian.
Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2008 - Januari 2010, terdiri atas dua tahap percobaan. Percobaan I adalah penapisan plasma nutfah cabai terhadap intensitas cahaya rendah. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toleransi terhadap intensitas cahaya rendah plasma nutfah cabai, mempelajari kemiripan genotipe cabai yang diuji dan memperoleh karakter-karakter untuk studi pewarisan sifat toleran terhadap intensitas cahaya rendah. Percobaan dilaksanakan pada bulan Agustus – Desember 2008 di KP Leuwikopo IPB. Penanaman cabai dilakukan pada kondisi tanpa naungan dan dengan naungan. Kelas toleran terhadap intensitas cahaya rendah pada cabai ditentukan berdasarkan peubah MP dan GMP yang bernilai diatas rata-rata, TOL ≤ 0 dan STI ≥ 1; kelas peka berdasarkan nilai MP dan GMP kurang dari nilai rata-rata, TOL > 0 dan STI < 1; dan kelas intermediet ditentukan berdasarkan nilai MP, GMP, TOL dan STI yang menunjukkan pola tidak beraturan. Analisis kemiripan genotipe diuji dengan analisis komponen utama (principal component analysis) dan analisis gerombol (cluster analysis).
Percobaan II adalah studi pewarisan sifat toleransi terhadap intensitas cahaya rendah. Percobaan II bertujuan memperoleh informasi kendali genetik. Analisis data dilakukan terhadap karakter kualitatif dan kuantitatif yang berbeda nyata. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli 2009 – Januari 2010 di KP Leuwikopo IPB, pada intensitas cahaya 50%. Percobaan ini diawali dengan pembentukan populasi P1, P2, F1, F1R, BCP1, BCP2 dan F2 pada Agustus 2008 sampai Desember 2008, di Kayu Manis, Tanah Sareal, Bogor.....dst
Collections
- MT - Agriculture [4005]
