Pemberdayaan kelompok usaha bersama batu bata untuk meningkatkan pendapatan keluarga miskin: studi kasus di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah
Abstract
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui program pengembangan KUBE
sebagai wadah pemberdayaan keluarga miskin. Kajian ini dilakukan di desa
Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Propinsi
Kalimantan Tengah. Dalam kajian ini mengambil judul “ Pemberdayaan
Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Batu Bata Untuk Meningkatkan
Pendapatan Keluarga Miskin” dengan pertimbangan bahwa hasil evaluasi
program pengembangan komunitas yang dilakukan terhadap program KUBE
menunjukkan adanya kelemahan atau permasalahan. Oleh karena itu kajian ini
juga ingin mengidentifikasi performa KUBE, permasalahan, potensi , harapan,
mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta menyusun
rencana program aksi pengembangan KUBE yang dilakukan secara partisipatif
melalui FGD dengan melibatkan semua unsur yang terkait.
Hasil kajian dilapangan menunjukkan bahwa permasalahan yang
dihadapi KUBE meliputi : Kurangnya modal kerja, Tidak berfungsinya pengurus
KUBE, Kurang kompaknya anggota KUBE, Kurangnya dukungan dari
Pemerintah, Rendahnya Teknologi, Kurang kekompakan anggota dalam
penentuan harga, belum ada kemitraan. Sedangkan potensi yang dimiliki KUBE
meliputi : bahan baku melimpah, adanya keterampilan anggota, tingginya
partisipasi anggota, peluang pasar, adanya lembaga keuangan, adanya
lembaga / instansi pemerintah, adanya LSM pemerhati kemiskinan. Harapan
yang diinginkan antara lain : dapat menambah permodalan sehingga dapat
memperluas usaha, berfungsinya pengurus KUBE, terwujudnya kemitraan atau
jaringan kerja, terwujudnya kerjasama dan kekompakan anggota, dapat bersaing
di pasaran, Adanya pembinaan dari Pemerintah, Adanya pendampingan KUBE.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan KUBE terdiri dari :
potensi keluarga miskin, yang meliputi faktor positif; anggotanya memiliki lahan
yang luas, anggota KUBE, terampil , anggota KUBE ulet bekerja, adanya
kerjasama antar anggota. Faktor negatif ; bahan baku dapat merusak lingkungan,
masih terdapat kekurang kompakan anggota, terbatasnya modal. Dukungan
pihak luar, faktor positif meliputi ; Terdapat peluang pasar yang cukup luas,
adanya Instansi atau lembaga Pembina, masih terdapat lembaga keuangan,
terdapatnya pengusaha atau rekanan. Faktor negatif meliputi ; masih terjadi
persaingan pasar, belum ada pendampingan, tidak ada keberanian mengajukan
pinjaman modal, belum mampu menjalin kemitraan. Dukungan kelompok lokal
lain: faktor positif meliputi ; adanya hubungan kerja dengan TPSP, adanya
pembinaan dari Karang Taruna, terdapatnya kelompok usaha produktif lain di
desa. Faktor negatif terdiri dari ; pinjaman ke TPSP terbatas dan kecil, belum ada
kerjasama dengan kelompok lokal lainnya. Dukungan Komunitas : faktor positif ;
adanya modal awal berupa sarana produksi, adanya dukungan Tokoh
Masyarakat, adanya tenaga kerja. Faktor negatif ; belum melibatkan komunitas
secara umum, belum mampu menampung seluruh keluarga miskin...dst
Collections
- MT - Human Ecology [2410]
