Analisis Produktivitas Tenaga Kerja dan Daya Tahan Usaha Mikro dan Kecil Terhadap Kenaikan Harga BBM di Indonesia
View/ Open
Date
2010Author
Suwarti, Widiyati Pawit
Mulatsih, Sri
Lestari, Titi Kanti
Metadata
Show full item recordAbstract
Kenaikan harga minyak pada awal tahun 2006 memengaruhi semua sektor
ekonomi di Indonesia. Perekonomian Indonesia selama ini lebih banyak ditopang
oleh usaha-usaha besar, mengalami kemunduran pada saat krisis. Hal ini
disebabkan pada saat krisis ekonomi usaha besar banyak yang tidak berproduksi
kembali atau stagnan bahkan tidak sedikit pula yang menutup usaha mereka. Hal
tersebut menunjukkan rentannya pembangunan sektor usaha yang bertumpu pada
usaha menengah dan besar (UMB). Tidak demikian dengan usaha kecil, usaha
kecil ternyata mampu bertahan terhadap terpaan dan goncangan resesi ekonomi
dunia serta mampu meningkatkan produktivitasnya.
Faktor yang menyebabkan usaha mikro dan kecil (UMK) mampu bertahan
salah satunya adalah karena penggunaaan bahan baku penolong yang digunakan
berasal dari dalam negeri. Hal ini berbeda dengan usaha menengah dan besar yang
sebagian besar bahan baku penolongnya di impor. Ketika terjadi kenaikan harga
minyak dunia maka perusahaan menengah dan besar mengalami kesulitan dalam
mendapatkan bahan baku karena harganya yang melambung tinggi. Akibatnya
banyak usaha menengah dan besar pada saat terjadi krisis ekonomi dan kenaikan
harga BBM mengalami stagnasi dan bahkan banyak juga yang akhirnya tutup atau
tidak bisa beroperasi kembali. Selain bahan baku, masih ada beberapa faktor lain
yang menyebabkan UMK mampu bertahan di saat krisis ekonomi. Sehingga
adalah sebuah hal yang menarik untuk mengadakan penelitian terhadap faktorfaktor
yang memengaruhi produktivitas dan daya tahan UMK.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi karakteristik UMK di
Indonesia, (2) menganalisis produktivitas tenaga kerja UMK dan (3) menganalisis
faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan UMK. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data cross section hasil sensus ekonomi tahun 2006 yang
diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis deskriptif, fungsi produksi Cobb Douglas dan
analisis logistik. Kategori lapangan usaha UMK dalam penelitian ini dibagi
menjadi 3 sektor, yaitu sektor primer, sekunder, dan tersier.
Hasil analisis produktivitas tenaga kerja menunjukkan bahwa di sektor
primer variabel yang memengaruhi produktivitas tenaga kerja adalah bahan baku,
modal, biaya input dan upah tenaga kerja. Keempat variabel dependen tersebut
sangat kuat memengaruhi produktivitas tenaga kerja baik itu di sektor primer,
sekunder, maupun tersier. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi
model di sektor primerr yang mencapai 94%. Produktivitas tenaga kerja di sektor
sekunder dipengaruhi oleh variabel modal dan upah. Modal dan upah sangat kuat
memengaruhi produktivitas tenaga kerja sektor sekunder. Hal tersebut dapat
dilihat dari nilai koefisien determinasinya yang mencapai 93%. Produktivitas
tenaga kerja sektor tersier dipengaruhi oleh variabel bahan baku, modal,....dst
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
