Sintesis Methyl Ester Sulfonic Acid (MESA) dari Crude Palm Oil (CPO) menggunakan Single Tube Falling Film Reactor
View/ Open
Date
2010Author
Sulastri, Yeni
Hambali, Erliza
Suryani, Ani
Metadata
Show full item recordAbstract
Surfaktan merupakan senyawa aktif penurun tegangan permukaan yang
dapat diproduksi melalui sintesis kimiawi maupun biokimiawi. Karakteristik
utama surfaktan adalah memiliki gugus polar dan non polar pada molekul yang
sama. Sifat aktif permukaan yang dimiliki surfaktan diantaranya mampu
menurunkan tegangan permukaan, tegangan antarmuka dan meningkatkan
kestabilan sistem emulsi. Hal ini membuat surfaktan banyak digunakan dalam
berbagai industri, seperti industri sabun, deterjen, produk kosmetika dan produk
perawatan diri, farmasi, pangan, cat dan pelapis, kertas, tekstil, pertambangan dan
industri perminyakan untuk Enhanced Oil Recovery (EOR).
CPO merupakan bahan yang potensial sebagai bahan dasar pembuatan
metil ester sulfonat karena Indonesia adalah produsen minyak sawit utama di
dunia. Keunggulan CPO sebagai bahan baku pembuatan surfaktan antara lain
adalah bersifat terbarukan, lebih ramah lingkungan dalam proses produksi dan
aplikasinya, kaya akan kandungan asam lemak C16 dan C18, yang memiliki tingkat
detergensi yang baik, serta toleran terhadap ion Ca.
Salah satu surfaktan yang memiliki potensi untuk dikembangkan dari
minyak kelapa sawit adalah surfaktan Metil Ester Sulfonat (MES). MES
dikelompokkan sebagai surfaktan anionik. MES diproduksi dari sulfonasi metil
ester (ME) menggunakan agen pensulfonasi seperti asam sulfat, sulfit, NaHSO3,
oleum, dan gas SO3. Proses produksi MES menggunakan gas SO3 dalam Single
Tube Falling Film Reactor (STFR) merupakan teknologi yang paling umum dan
banyak digunakan. Proses ini menghasilkan Methyl Ester Sulfonic Acid (MESA)
sebagai produk antara sebelum akhirnya menjadi MES. Keunggulan gas SO3
sebagai agen pensulfonasi antara lain bersifat lebih reaktif, tidak dihasilkan
limbah pada prosesnya, serta proses dapat dilakukan secara kontinyu.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi steady state (tunak)
proses sulfonasi dan kondisi terbaik suhu pemanasan bahan pada sulfonasi metil
ester CPO dengan gas SO3, serta mengetahui sifat fisikokimia dari MESA dan
MES. Faktor yang dikaji suhu pemanasan bahan 80, 90, dan 100oC dan dilakukan
pengamatan tiap jam selama 0 sampai 6 jam.
Kondisi steady state (tunak) dari proses sulfonasi pada suhu pemanasan
bahan 100°C terhadap parameter pH MESA, bilangan asam, dan viskositas
MESA belum tercapai, untuk parameter densitas MESA tercapai pada lama proses
sulfonasi 4 jam, sedangkan untuk parameter bilangan iod dan kadar bahan aktif
baik untuk MESA dan MES masing-masing dicapai pada lama proses sulfonasi 3
dan 4 jam. Analisis ragam (α=0,05) menunjukkan bahwa suhu pemanasan bahan
berpengaruh nyata terhadap nilai pH, bilangan asam, densitas, viskositas, dan
kadar bahan aktif MESA, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter
bilangan iod....dst
Collections
- MT - Agriculture Technology [2454]
