View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Fleksibilitas permintaan pangan hewan di Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (3.316Mb)
      Date
      2006
      Author
      Daud, Andre R
      Hartoyo, Sri
      Harianto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kuantitas penawaran pangan hewani sangat inelastis terhadap perilaku pasar. Hal ini disebabkan karena adanya lag biologis dalam proses produksinya dengan konsekuensi penyesuaian kuantitas produksi tidak selalu dapat dilakukan. Keadaan ini menyebabkan sisi permintaan lebih berperan dalam melakukan market clearing sampai harga ekuilibrium terbentuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku permintaan pangan hewani yang didekati dengan harga implisit, mengindentifikasi pola hubungan antar jenis pangan hewani dan memprediksi dampak perubahan kuantitas terhadap harga tersebut. Penelitian ini menggunakan 10914 rumahtangga contoh dari data cross- section SUSENAS tahun 1996, 1999 dan 2002. Jenis pangan yang diteliti adalah daging, telur dan susu yang didisagregasikan menjadi 8 kelompok pangan. Model analisis ekonometrik yang digunakan adalah model IAIDS yang telah dikomparasi dengan model AIDS untuk justifikasi. Metode komparasi yang digunakan adalah Uji-J. Prediksi dampak dilakukan dengan metode simulasi Fulginiti & Perrin (1990). Temuan yang dihasilkan adalah tingkat konsumsi pangan hewani Indonesia ternyata masih sangat rendah dan tidak ada perubahan struktur konsumsi selama periode 1996-2002 sehingga mengindikasikan preferensi terhadap pangan hewani yang stabil. Daging sapi memiliki harga yang paling infleksibel, sementara harga telur dan daging ayam ras relatif lebih fleksibel. Pola hubungan antar jenis pangan dalam kelompok pangan hewani, baik substitusi atau komplementer, tidak terlalu erat. Hubungan substitusi terdapat antara daging sapi dan kelompok daging-lain, sementara daging dan telur ayam ras cenderung independen. Kelompok telur-lain, susu dan hasil-ikutan cenderung komplementer. Simulasi menunjukan bahwa setiap upaya peningkatan kuantitas suatu jenis pangan hewani akan membawa dampak penurunan harga kepada pangan tersebut dan juga pangan lainnya yang berada dalam sistem. Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan sumber protein maka kebijakan yang dapat mendukung pengembangan daging ayam ras dan industrinya cukup layak untuk dilaksanakan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119017
      Collections
      • MT - Agriculture [4005]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository