Deteksi dan Resistensi Antimikroba terhadap Salmonella Enteritidis pada Telur Itik Alabio di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
View/ Open
Date
2010Author
Zuraida, Elfa
Lukman, Denny Widaya
Afiff, Usamah
Metadata
Show full item recordAbstract
Itik Alabio merupakan salah satu plasma nutfah unggas lokal yang
mempunyai keunggulan sebagai penghasil telur. Itik ini telah lama dipelihara dan
berkembang di Kalimantan Selatan. Populasi itik Alabio di Kalimantan Selatan
tahun 2006 tercatat 3 487 002 ekor. Sedangkan untuk Kabupaten HSU sendiri,
populasi itik Alabio pada tahun 2007 tercatat 1 203 114 ekor dengan produksi
telur 9 673 037 kg.
Penyakit merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan karena dapat
menurunkan produktivitas ternak. Beberapa penyakit pada itik Alabio adalah
salmonelosis, kolibasilosis, cengesan atau selesma, aflatoksikosis dan
aspergilosis. Salmonella sp. sebelumnya telah diisolasi dari sampel telur tetas itik
Alabio berembrio yang mati, anak itik, telur, dedak dan pakan itik Alabio. Tingkat
kontaminasi Salmonella sp. pada telur tetas di Kabupaten Hulu Sungai Utara
mencapai 10.70%.
Salmonella Enteritidis merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan
penyakit pada manusia dan unggas. Telur merupakan sumber utama penyebab
salmonellosis yang ditularkan melalui makananan (food-borne salmonellosis)
pada manusia. Salmonella dapat mengontaminasi isi dan kerabang telur, dan
manusia akan terinfeksi jika mengonsumsi telur yang terkontaminasi.
Tingkat konsumsi telur itik pada masyarakat Kalimantan Selatan yang tinggi
tidak menutup kemungkinan adanya infeksi S. Enteritidis. Untuk itu perlu
dilakukan penelitian untuk mendeteksi keberadaan S. Enteritidis pada telur itik
Alabio dan mengidentifikasi serovar dari S. Enteritidis melalui uji serotipe dan
resistensi antimikroba.
Kenaikan infeksi S. enterica serovar Enteritidis atau disingkat menjadi S.
Enteritidis (SE) pada telur telah meningkat secara signifikan sejak 1979. Serotipe
S. Enteritidis yang menginfeksi flok unggas biasanya tidak menimbulkan gejala
klinis pada hewannya, namun bakteri ini berkolonisasi dalam telur dan dapat
menimbulkan penyakit pada manusia jika mengonsumsinya dan dikenal sebagai
salah satu penyebab foodborne illness.
Infeksi S. Enteritidis pada manusia bisa menimbulkan gastroenteritis, diare,
demam, muntah, dehidrasi dan gejala umum lain. Apabila infeksi berlanjut dapat
terjadi bakteremia, meningitis dan endokarditis. Pada individu dengan sistem
kekebalan tubuh rendah, seperti anak-anak dan orang tua, dapat mengakibatkan
morbiditas dan mortalitas tinggi.
Isolasi dan identifikasi Salmonella dilakukan dengan mengacu pada metode
Robert dan Greenwood. Sampel telur yang diambil berasal dari peternakan rakyat
di empat kecamatan dengan populasi ternak itik terbesar di Kabupaten Hulu
Sungai Utara. Sampel diambil dan dibawa ke laboratorium Kesmavet BPPV
Regional V Banjarbaru untuk pengujian Salmonella spp. Isolat kemudian dibawa
ke Laboratorium Mikrobiologi BBalitvet untuk pengujian serotipe......dst
Collections
- MT - Veterinary Science [974]
