Strategi Pengembangan Perkebunan Sebagai Sektor Unggulan dalam Meningkatkan Sumber Penerimaan Petani di Pedesaan (Studi Kasus di Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar, Provinsi Riau)

Date
2008Author
Parulian, Rahmat
Rustiadi, Ernan
Hendrakusumaatmaja, Sutara
Metadata
Show full item recordAbstract
Pembangunan ekonomi tidak dapat dicapai semata-mata dengan
menyingkirkan hambatan yang menghalang kemajuan ekonomi. Pendorong utama
pertumbuhan ekonomi ialah upaya untuk berhemat (ekonomi), peningkatan
pengetahuan atau penerapannya di bidang produksi, peningkatan jumlah modal
atau sumber lain. Kondisi politik, psikologi, sosial, dan budaya, merupakan syarat
yang sama pentingnya dengan kondisi ekonomi. (Cairncros, dalam Jhinga, 2002)
dengan tepat menyatakan: Pembangunan bukanlah sekedar masalah bagaimana
memiliki sejumlah uang atau semata-mata fenomena ekonomi, ia mencakup
semua aspek perilaku masyarakat, penegak hukum dan ketertiban, kecermatan
dalam hubungan bisnis, termasuk dengan instansi yang berkaitan dengan
penerimaan negara, hubungan antara keluarga, buta huruf, keakraban dengan
peralatan mekanis, dan sebagainya.
Syarat utama bagi pembangunan ekonomi adalah bahwa proses
pertumbuhan harus bertumpu pada kemampuan perekonomian di dalam negeri.
Hasrat untuk memperbaiki nasib dan prakarsa untuk menciptakan kemajuan
material harus muncul dari negara itu sendiri. Pembangunan harus diprakarsai
oleh negara dan tidak dapat dicangkok dari luar. Kekuatan luar semestinya
merangsang dan membantu kekuatan nasional. Ia hanya bersifat membantu, tidak
mengganti. Bantuan luar negeri hanya dapat mengawali atau merangsang
pembangunan dan tidak untuk mempertahankannya. Semangat untuk membangun
harus datang dari dalam diri, pembangunan tidak akan mungkin dapat
dilaksanakan jika pemimpin tidak berkenaan di hati rakyat.
Collections
- MF - Professional Master [926]

