View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Keragaman genotipe dan fenotipe ikan nila (Oreochromis niloticus) generasi kelima hasil seleksi

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (10.12Mb)
      Date
      2011
      Author
      Satriani, Gloria Ika
      Soelistyowati, Dinar Tri
      Hardiantho, Dian
      Aliah, Ratu Siti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Nila (Oreochromis niloticus) merupakan spesies ikan air tawar yang potensial secara ekonomi karena rasa dagingnya yang lezat, bernilai gizi tinggi dan disukai masyarakat. Ikan nila memiliki daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan budidaya, laju pertumbuhan cepat, efisien dalam pemanfaatan pakan dan relatif tahan penyakit. Namun, dalam pembudidayaannya belum dilakukan pengelolaan induk yang baku sehingga produksinya menurun. Berdasarkan data tahun 2003 menunjukkan adanya peningkatan mortalitas sebesar 30%, penurunan bobot rata-rata panen sebesar 24%, penurunan sintasan sebesar 41%, dan peningkatan FCR hingga 57%. Keterbatasan jumlah induk sebagai sumber genetik dan proses penangkaran yang tidak terpola berdampak pada peningkatan inbreeding sehingga menghambat aliran genetik (genetic drift), penurunan heterozigositas dan ragam alel, maupun kemungkinan pembentukan populasi baru dengan ragam genetik yang rendah (founder effect). Selain itu, sifat ikan nila yang cepat matang gonada dan sangat mudah kawin (overbreed) diduga sebagai penyebab utama penyusutan ragam genetik karena tekanan inbreeding yang berdampak pada rendahnya daya adaptasi dan performa anakan. Salah satu upaya memperbaiki kualitas induk dan benih pada pembudidayaan ikan nila dapat dilakukan melalui program penangkaran selektif yaitu menerapkan pola seleksi breeding dan persilangan yang diarahkan untuk menghasilkan keturunan yang memiliki mutu genetik dan fenotipe unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program penangkaran selektif ikan nila generasi kelima yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Induk Ikan Nila Nasional (PPIINN) di BBPBAT Sukabumi. Berdasarkan pemetaan genotipe menggunakan marka mikrosatelit DNA untuk 3 loci (UNH 123*, UNH 172*,UNH 216*) dan pengamatan fenotipe pada sifat terukur yang bernilai ekonomi yaitu bobot tubuh dan panjang tubuh standard. Program seleksi dan persilangan dimulai dengan crossbreeding pada generasi kesatu dan kedua, dilanjutkan dengan inbreeding pada generasi ketiga dan keempat, serta persilangan resiprok pada generasi kelima. Sumber genetik yang digunakan sebagai populasi dasar (base population) pada persilangan generasi pertama adalah Nila Taiwan dan Nila G6 (TG6), Nila Citralada (CL), Nila Putih (NP), GIFT G6 (G6), Nila GET (GET), Nila GIFT G3 Wanayasa (WN), dan Nila GIFT G3 keturunan ketiga (F3). Persilangan resiprok pada generasi kelima menggunakan sumber genetik dari 3 famili yang dipilih dari generasi keempat (IV.05, IV.19, IV.40) dan menghasilkan 9 famili baru yaitu 3 populasi inbreed (V.0505, V.1919, V.4040) dan 6 populasi hibrid resiprok (V.0519, V.0540, V.1940, V.1905, V.4005, V.4019).
       
      Fifth generations of tilapia from the several strains have been produced by using selective breeding program in Main Center for Freshwater Aquaculture Development (MCFAD) Sukabumi, West Java. This research aimed to evaluate the family selection programme of some highly economic traits and to describe the genetic variability of the fifth generation using DNA microsatellite marker. The 180 individuals have been collected from fifth generation of nine reciprocal mated between three families selected from fourth generation of Tilapia (05, 19, 40) and were analised for genotype and fenotype variability. Three microsatellite loci such as UNH 123*, UNH 172*, UNH 216* were used as genetic markers for measuring genotype variability and family relationships. The results showed that the largest amount of genetic variability between population was V.4005, otherwise V.0540 was the lowest. In this case, the genetic distance relationship of inbreed V.0505 was higher (0,3875) than inbreed V.4040 which showed more resemble to others and indicated the best mean of body length and body weight phenotypic. The heritability of these phenotypes was highly, especially on hybrid V.4019 and V.0540 as high as inbreed V.0505. The genetic response of selection per generation on body weight of female (60,63%) was lower than male (62,55%), whereas on body length the values ranged between 15-16%. Based on this research, family V.4040 could be considered as one of the genetic resource selected for next generation
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118881
      Collections
      • MT - Fisheries [3214]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository