Strategi Peningkatan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Bangka Barat.
View/ Open
Date
2023-06Author
Amelia, Reisty
Hakim, Dedi Budiman
Feryanto
Metadata
Show full item recordAbstract
Pelaksanaan otonomi daerah bertujuan untuk menghadirkan kemandirian
daerah. Kemandirian daerah dapat dicapai dengan menggali sumber-sumber
potensial dari daerah. Suatu daerah harus mempunyai kemampuan keuangan
daerah untuk menciptakan kemandirian daerah yang dilihat dari tingginya
Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya dalam mewujudkan kemandirian daerah
melalui peningkatan PAD yaitu dengan menggali sumber-sumber pendapatan
daerah salah satunya melalui penggalian sumber potensial dari pajak daerah.
Salah satu pajak daerah yang potensial untuk digali adalah pajak bumi dan
bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2). PBB-P2 merupakan pajak yang
penerimaannya meningkat setiap tahun akibat dari perkembangan dan
pembangunan suatu wilayah. Kabupaten Bangka Barat merupakan kabupaten
dengan posisi sebagai pintu masuk Pulau Bangka dan Pulau Sumatera dan menjadi
pusat perdangangan di Pulau Bangka. Sehingga menjadikan Kabupaten Bangka
Barat sebagai wilayah yang berpeluang untuk berkembang lebih cepat dalam
perekonomiannya. Berkembangnya suatu wilayah akan menyebabkan perubahan
pada harga tanah dan bangunan serta adanya penambahan objek pajak baru.
Sehingga pajak bumi dan bangunan seharusnya memberikan penerimaan yang
meningkat setiap tahunnya, namun penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Bangka
Barat masih belum mencapai target yang diharapkan yaitu rata-rata sebesar 77,68
persen setiap tahun. Selain itu, apabila dibandingkan dengan pertumbuhan wajib
pajak yang tumbuh sebesar 13 persen setiap tahunnya, penerimaan PBB-P2 di
Kabupaten Bangka Barat hanya tumbuh 4,3 persen setiap tahunnya. Hal ini menjadi
perhatian khusus bagi pemerintah daerah Kabupaten Bangka Barat untuk
meningkatkan penerimaan PBB-P2nya.
Penelitian ini mempunyai tiga tujuan yaitu (1) Mengidentifikasi potensi
penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Bangka Barat; (2) Menganalisis faktor-faktor
kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB-P2 di Kabupaten Bangka Barat; (3)
Merekomendasikan strategi untuk meningkatkan penerimaan PBB-P2 di
Kabupaten Bangka Barat.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan primer.
Metode analisis digunakan untuk menjawab masing-masing tujuan yaitu tujuan
pertama menggunakan analisis penerimaan PBB-P2 berdasarkan Peraturan Daerah
Kabupaten Bangka Barat Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, tujuan kedua
menggunakan analisis regresi logistik multinomial, dan tujuan ketiga menggunakan
analisis Multicriteria policy (MULTIPOL). Stratified random sampling digunakan
untuk mengidentifikasi potensi dan faktor yang memengaruhi serta purposive
sampling digunakan untuk menentukan responden ahli dalam mengambil kebijakan
untuk meningkatkan penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Bangka Barat.
Hasil penelitian ini memberikan gambaran perkiraan potensi penerimaan
yang seharusnya dapat dimaksimalkan adalah Rp 8.025.926.988. Hasil analisis
regresi logistik multinomial memberikan faktor-faktor yang memengaruhi
kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB-P2 yaitu usia, pendapatan,
pendidikan, pekerjaan, sanksi perpajakan dan pelayanan petugas. Strategi yang
dapat dirumuskan untuk meningkatkan penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Bangka
Barat yaitu melalui kebijakan updating data, pengembangan SDM, penggunaan
teknologi, peningkatan pemahaman dan pengetahuan wajib pajak dan pengawasan.
Agar kebijakan-kebijakan tersebut efektif perlunya peran pemerintah daerah
sebagai pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan pengelolaan PBB-P2 dan
adanya kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB-P2 Regional autonomy is intended to bring about regional independence.
Regional independence can be achieved by exploring potential sources in the
region. A region must have regional financial capacity to create regional
independence, as seen from the high original local government revenue (PAD).
Efforts to realize regional independence through increasing PAD are made by
exploring sources of regional income, one of which is through exploring potential
sources of local tax.
One of the regional taxes that has the potential to be explored is the Rural
and Urban Property Tax (PBB-P2). PBB-P2 is a tax whose revenue increases every
year as a result of the development and construction of a region. West Bangka
Regency is at the entrance to Bangka Island and Sumatra Island and is a trading
center on Bangka Island. As a result, the West Bangka Regency has the potential to
develop its economy more quickly. The development of a region will cause changes
in land and building prices as well as the addition of new tax items. so that the land
and building tax should provide revenue that increases every year. However, PBBP2 revenues in West Bangka district still have not reached the target expected by
the local government, namely an average of 77.68 percent annually. In addition,
when compared to the growth of taxpayers, which grows by 13 percent annually,
PBB-P2 revenues in West Bangka Regency only grow 4.3 percent annually. This is
of particular concern to the West Bangka district government, which wants to
increase its PBB-P2 revenue.
This study has three objectives: (1) to identify the potential for PBB-P2
revenue in West Bangka Regency; (2) to analyze the factors of taxpayer compliance
in paying PBB-P2 in West Bangka Regency; and (3) to recommend strategies to
increase PBB-P2 revenue in West Bangka Regency.
The data used in this study are secondary and primary data. The analytical
method is used to answer each objective, namely the first objective uses the PBBP2 revenue analysis based on West Bangka district regional regulation number 3 of
2011 concerning regional taxes, the second objective uses multinomial logistic
regression analysis, and the third objective uses multicriteria policy (MULTIPOL)
analysis. Stratified random sampling was used to identify potential and influencing
factors, and purposive sampling was used to determine expert respondents in
making policies to increase PBB-P2 revenue in West Bangka Regency.
The results of this study provide an estimate of the potential revenue
that should be maximized at IDR 8,025,926,988. The results of multinomial logistic
regression analysis provide factors that have a significant effect on taxpayer
compliance in paying PBB-P2, namely age, education, income,
employment, tax sanctions, and tax officer services. Strategies that can be
formulated to increase PBB-P2 revenue in West Bangka Regency are through
updating data policies, developing human resources, using technology, increasing
the understandin and knowledge of taxpayers, and increasing supervision.
In order for these policies to be effective, the regional government must play a
policymaker role in optimizing PBB-P2 management and ensuring public
compliance in paying PBB-P2.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
