View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Strategi Nafkah dan Kerja Perempuan Pada Rumahtangga Petambak Penggarap Dalam Menghadapi Resiko (Studi Kasus Pada Komunitas Petambak Di Desa Katyabakti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (7.434Mb)
      Date
      2003
      Author
      Aristiyani, Tri
      Sumarti, Titik
      Prasodjo, Nuraini W.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Petambak penggarap merupakan lapisan miskin yang rentan menghadapi resiko karena terbatasnya aset dan akses pada kredit sebagai jaminan untuk mempertahankan kesejahteraan. Dibandingkan laki-laki, perempuan pada rumahtangga miskin, cenderung lebih buruk keadaannya karena terjauhkan dari peluang memperbaiki basis matapencahariannya. Melalui analisis gender penelitian ini bertujuan memahami strategi nafkah dan kerja perempuan pada rumahtangga petambak penggarap dalam menghadapi resiko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi studi kasus. Petambak penggarap adalah petambak yang melakukan usaha tambak pada lahan milik orang lain. Status penggarap dibedakan berdasarkan kontribusi pada modal atau pengadaan sarana produksi tambak. Penggarap kerjasama atau "bujangjoirf adalah petambak yang dalam usahanya mempunyai kontribusi modal usaha dan tenaga kerja. Penggarap lepas atau "bujang lepas" adalah petambak yang hanya bermodalkan tenaga kerja saja. Status ini berkaitan dengan sistim hasil bagi antara penggarap dan pemilik tambak. Sistim bagi hasil pada status bujang join adalah 1 :1 sedangkan bujang lepas adalah 1: 6 Resiko pada usaha tambak adalah resiko alam (musim, hama dan penyakit), lingkungan (pencemaran , penebangan mangrove), sosial (pencurian atau penjarahan hasil budidaya, hubungan produksi yang tidak seimbang) dan resiko ekonomi (fluktuasi harga hasil budidaya). Resiko mempunyai dampak yang berbeda, ada yang berpotensi mengurangi atau menurunnya hasil panen dan yang berpotensi menyebabkan kegagalan panen. Dampak resiko lebih dirasakan oleh rumahtangga bujang lepas dibandingkan rumahtangga bujang join karena terbatasnya jaminan (sumber security) atau asset yang dimiliki yang dapat dipergunakan untuk menanggulangi resiko. Strategi nafkah yang dilakukan oleh rumahtangga bujang join merupakan strategi konsolidasi (cosolidation strategy), dicirikan dengan kemampuan untuk mengakses sumber-sumber pekerjaan dengan penguasaan modal serta dapat dilakukan sepanjang waktu. Strategi nafkah rumahtangga bujang lepas bersifat strategi bertahan hidup (survival strategy), dicirikan dengan kemampuanya yang hanya bisa mengakses sumber-sumber pekerjaan yang bersifat memburuh dan dilakukan secara musiman. ..dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118848
      Collections
      • MT - Agriculture [4005]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository