Hubungan Sejumlah Karakteristik Sosio- Demografi Para Petani Sayuran dengan Kompetensi Mereka dalam Mengelola Usahatani Sayuran di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
View/ Open
Date
2006Author
Abdullah, Sukmawati;
Jahi, Amri
Hatmodjosoewito, Soenarmo
Metadata
Show full item recordAbstract
Kompetensi petani sayuran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, dan nilai sikap petani yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak agar dapat mengelola usahatani sayuran dengan baik. Penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) meliputi: umur, pendidikan formal, pengalaman berusahatani, luas lahan, jumlah tanggungan keluarga, modal usahatani, konsumsi media, pengambilan keputusan, kontak dengan penyuluh, peluang pasar, sarana produksi, dan pendapatan usahatani sayuran. Sedangkan variabel tidak bebasnya (Y) yaitu kompetensi petani dalam mengelola usahatani sayuran, meliputi: pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani sayuran. Tujuan penelitian adalah mengetahui: (1) Distribusi para petani sayuran pada sejumlah karakteristik yang diamati, (2) Kompetensi yang dikuasai oleh para petani itu dalam pengelolaan usahatani sayuran, dan (3) Hubungan antara karakteristik sosio-demografi para petani sayuran dengan kompetensi mereka dalam mengelola usahatani sayuran. Populasi penelitian adalah petani sayuran dengan komoditi bayam, kangkung, sawi dan kacang panjang yang merupakan komoditi unggulan. Ukuran sampel untuk kota dan kecamatan ditentukan secara proporsional (Proportional Random Sampling) sesuai dengan jumlah petani sayuran pada lokasi tersebut sebanyak 99 orang. Data dikumpulkan dari bulan Februari sampai Maret 2006 dan di analisis dengan menggunakan konkordansi Kendall W (Siegel, 1997:283). Hasil penelitian menunjukkan, mayoritas petani dalam penelitian ini berumur tua, berpendidikan formal sekolah dasar atau yang sederajat, memiliki pengalaman cukup banyak, berlahan luas, memiliki tanggungan keluarga cukup banyak, memiliki cukup modal usahatani, konsumsi medianya cukup tinggi, pola pengambilan keputusannya dominan oleh suami, cukup melakukan kontak dengan penyuluh, memiliki kemampuan melihat peluang pasar, memiliki banyak sarana produksi, dan berpendapatan tinggi. Empat bidang paling dikuasai petani dalam pengelolaan usahatani sayuran adalah: (a) Aspek pengetahuan yaitu: pemasaran hasil, penggunaan teknologi usahatani sayuran, kendala dan peluang usahatani sayuran, dan pemilihan komoditas usahatani dan penanaman, (b) Aspek keterampilan yaitu: perlakuan benih/bibit, pemupukan dan pengendalian hama penyakit, aspek modal, dan pemilihan komoditas usahatani dan penanaman, dan (c) Aspek sikap yaitu: perlakuan benih/bibit, aspek modal, pemasaran hasil, dan pemupukan dan pengendalian hama penyakit. Karakteristik sosio-demografi berhubungan nyata dengan kompetensi petani dalam mengelola usahatani sayuran yaitu: (1) Umur, (2) Pendidikan formal, (3) Pengalaman berusahatani, (4) Jumlah tanggungan keluarga, (5) Modal usahatani sayuran, (6) Konsumsi Media, (7) Pengambilan keputusan, (8) Kontak dengan penyuluh, (9) Peluang pasar, (10) Sarana produksi, dan (11) Pendapatan usahatani sayuran. dst ...
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
