Pertumbuhan, nutrisi, dan potensi aktivitas antibakteri Thalasia hempricii di perairan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu DKI Jakarta
View/ Open
Date
2013Author
Tirtawijaya, Gabriel
Effendi, Hefni
Adiwilaga, Enan M
Metadata
Show full item recordAbstract
Thalassia hemprichii adalah salah satu jenis lamun perairan tropis yang
termasuk dalam famili Hydrocharitaceae. Lamun tergolong tumbuhan sejati yang
dapat memproduksi senyawa kimia organik untuk pertumbuhan dan
perkembangan. Banyak dari senyawa tersebut berkembang sebagai bentuk respon
dari lingkungan yang keras dan dinamis serta tekanan kompetisi ekologis.
Senyawa kimia yang dihasilkan oleh tumbuhan namun tidak penting untuk
pertumbuhan normal, perkembangan, ataupun reproduksi tumbuhan merupakan
senyawa metabolit sekunder. Aktivitas manusia di Pulau Pramuka memungkinkan
adanya tekanan lingkungan yang berdampak terhadap T. hemprichii di perairan.
Respon T. hemprichii terhadap lingkungannya diamati dari metabolit primer (laju
pertumbuhan dan profil nutrisinya) dan metabolit sekunder (fitokimia dan
aktivitas antibakteri).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (a) pertumbuhan dan nutrisi
Thalassia hemprichii, (b) aktivitas antibakteri T. hemprichii, (c) kondisi
lingkungan perairan Pulau Pramuka, dan (d) faktor-faktor lingkungan perairan
yang mempengaruhi pertumbuhan, nutrisi, dan aktivitas antibakteri T. hemprichii.
Penelitian dilakukan selama 3 bulan (Maret-Mei 2013). Penelitian dilakukan di
Pulau Pramuka Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Parameter yang diamati, yaitu
kedalaman, suhu, kecepatan arus, salinitas, nitrat dan ortofosfat air kolom dan air
pori, COD air kolom, TOM sedimen, tekstur sedimen, biomassa epifit,
pertumbuhan T. hemprichii, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, dan kadar
serat kasar daun T. hemprichii, diameter zona hambat antibakteri, dan kandungan
fitokimia daun T. hemprichii.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik dan kimia perairan masih
dalam kisaran toleransi hidup Thalassia hemprichii. Rata-rata laju pertumbuhan T.
hemprichii di Pulau Pramuka 4.38 ± 0.63 mm hari-1. Antibakteri aktif pada
Rhodobacteraceae bacterium dengan zona hambat berkisar 4.50 – 9.75 mm.
Pertumbuhan dan aktivitas antibakteri terbaik terdapat pada stasiun 2 (P<0.05)
dengan kedalaman perairan 51 cm, suhu 33 0C, salinitas 31 psu, kecepatan arus
0,09 m s-1, nitrat air kolom 39 μg L-1, nitrat air pori 27 μg L-1, ortofosfat air kolom
12 μg L-1, ortofosfat air pori 18 μg L-1, COD air kolom 40.890 mg L-1, TOM
sedimen 6.483%, dan biomassa epifit 25.927 mg cm-2.
Kadar abu (1.88-3.48%), protein (1.81-2.42%), dan lemak (0.19-0.29%)
tidak berbeda nyata antar stasiun (P>0.05), sedangkan serat kasar (1.35-2.30%)
berbeda nyata antar stasiun (P<0.05). Senyawa fitokimia yang terdeteksi
berpotensi sebagai antibakteri, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin.
Collections
- MT - Fisheries [3214]
