Strategi maksimalisasi penyerapan anggaran belanja triwulan III pada balai penelitian dan pengembangan lingkungan hidup dan kehutanan Manokwari
View/ Open
Date
2016Author
Hasan, Arif
Hakim, Dedi Budiman
Mansur, Irdika
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu yang menjadi perhatian publik saat ini dalam menilai kineIja
kementerian negarallembaga adalah pelaksanaan penyerapan anggaran. Sulaeman,
Hamzah dan Priyanto (2012:20) menyatakan "penyerapan anggaran berhubungan
dengan kineIja anggaran dan merupakan kemampuan kementerian
negaraJlembaga dalam menggunakan sumber daya keuangan yang ada".
Parameter kineIja anggaran ini telah diperkuat oleh pemerintah melalui Menteri
Keuangan sebagai Chief Financial Officer (CFO) dengan dikeluarkannya
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 2491PMK.02/2011 tentang Pengukuran dan
Evaluasi KineIja atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian
NegaraJLembaga. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) ini merupakan amanat
Pasal19 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010. One of the current public concern in assessing the perfonnance of the
central government ministries and/or agenciesare implementing budget
absorption. Sulaiman, Hamzah and Priyanto (2012:20) states "the budget
absorption associated with the perfonnance of the budget and the ability of the
central government ministries and/or agencies in the use of existing financial
resources". These budget parameters have been strengthened by the government
through the Minister of Finance as Chief Financial Officer (CFO) with the
issuance of Minister of Finance Regulation Number 249/PMK.02/2011 on
Perfonnance Measurement and Evaluation of the Implementation Work Plan and
Budget Central Government Ministries and/or Agencies. The PMK is the mandate
of Article 19 paragraph (4) Central Government Regulation Number 90 Year
2010.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
