View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perancangan Model Produksi Bibit Klonal Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Secara In Vitro

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (1.707Mb)
      Date
      2012
      Author
      Nugroho, Yogo Adhi
      Wiendi, Ni Made Armini
      Sumertajaya, I Made
      Mathius, Nurita Toruan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Klon kelapa sawit dapat meningkatkan produktivitas hasil perkebunan kelapa sawit. Persentase embriogenesis yang rendah dan pertumbuhan tunas yang tidak sinkron menjadi kendala dalam pengelolaan industri perbanyakan klon secara massal, khususnya dalam perencanaan target produksi. Perlu model untuk memperkirakan potensi produksi untuk setiap tahap perbanyakan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model peramalan yang digunakan untuk memperkirakan jumlah produksi dari eksplan yang dikultur. Total 207 ortet hybrid F1 DxP digunakan dalam penelitian ini. Analisis dilakukan terhadap data primer dan sekunder dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor fisiologis dan kondisi agroklimat ortet dapat mempengaruhi produksi kalus in vitro dan embrio somatik. Faktor agroklimat utama adalah curah hujan total dan perbedaan suhu maksimum-minimum. Komponen produksi kalus adalah : lebar tangkai daun (PW), indeks luas daun (LAI), jarak suhu 7 bulan sebelum inokulasi (mbi) (TGap7), dan curah hujan total 7 mbi (CH4_7). Pembuatan model produksi kalus berdasarkan variabel tersebut menghasilkan R2 = 16,5%. perbaikan model melalui metode regresi dummy dapat meningkatkan nilai R2 hingga 51%. Validasi model menggunakan uji-t berpasangan antara aktual dan simulasi menunjukkan bahwa hasil keduanya tidak berbeda nyata pada  = 1%. Faktor agroklimat utama adalah curah hujan total dan perbedaan suhu maksimum-minimum. Komponen produksi embrio somatik adalah : Jumlah leaflet (NoL), jumlah kalus, dan perbedaan suhu 5 mbi (TGap5). Model tersebut menghasilkan R2 = 66,4%. Validasi model menggunakan uji-t berpasangan antara aktual dan simulasi memberikan hasil yang sama bahwa hasil aktual dan simulasi tidak berbeda nyata pada  = 1%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118195
      Collections
      • MT - Agriculture [4005]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository