Pemberclayaan Komunitas Nelayan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir; studi kasus Desa Labuan Kecamatan Lage Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah
View/ Open
Date
2005Author
Metusala, Darma
Nasdian, Fredian Tonny
Gunardi
Metadata
Show full item recordAbstract
Masyarakat pesisir, secara lebih khusus komunitas nelayan merupakan salah satu pelaku usaha di bidang perikanan yang sampai saat ini terkategorikan sebagai kaum miskin dan memiliki banyak persoalan, yang turut memperberat tekanan terhadap pemanfaatan sumberdaya pesisir. Kesemuanya diakibatkan oleh belum adanya konsep pembangunan masyarakat pesisir (nelayan) sebagai subyek dalam pemanfaatan sumberdaya pesisir. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) merupakan salah satu program yang disusun untuk lebih rnemberdayakan masyarakat pesisir (nelayan). Program ini disusun dengan melihat kenyataan bahwa rata-rata tingkat pendidikan masyarakat pesisir relatif rendah sehingga kurang merniliki pemahaman yang cukup dalam mengeksploitasi sumberdaya perikanan secara berkelanjutan; keterbatasan modal dan ketrampilan termasuk sarana dan prasarana untuk memfasilitasi kegiatan pemanfaatan sumberdaya perikanan; sistem pengelolaan sumberdaya yang dilaksanakan secara individu atau bergantung kepada orang lain sehingga cenderung eksploitatif; dan pengelolaan pendapatan yang cenderung konsumtif
Dalam penerapan program PEMP di lapangan, konsep program yang sangat mengedepankan partisipasi dari nelayan peserta program cenderung terabaikan, sehingga sasaran program tidak dapat dicapai dengan maksimal. Program sendiri terkesan tidak menyeluruh, sehingga aspek pasar yang justru tidak berpihak sama sekali kepada nelayan kecil kurang mendapat perhatian.
Kajian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemberdayaan komunitas nelayan di Desa Labuan yang pada akhimya dapat digunakan untuk rnemberdayakan komunitas nelayan lainnya yang ada. Metode yang digunakan dalam kajian adalah studi kasus, dengan teknik. pendekatan kualitatif Metode analisis data dilakukan dengan cara Pengamatan Langsung di lapangan, Penelusuran Data Sekunder, Wawancara Mendalam dan Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion). Metode untuk analisis masalah dan penyusunan program yang digunak:an adalah analisis SWOT (Strength, Weakness, Oportunity, Threat).
Hasil kajian rnenunjukkan bahwa perlu dilakukan langkah memperbaiki strategi dalam upaya memberdayakan masyarakat pesisir (nelayan). Penyempurnaan meliputi penguatan kelembagaan komunitas nelayan, pengembangan jaringan antar komunitas nelayan dengan pelaku perikanan lainnya dan perlindungan dalam bentuk regulasi oleh pemerintah terutama dalam proses "belajar mandiri", hingga komunitas menjadi mandiri dalam arti yang sebenarnya..
Collections
- MT - Agriculture [4005]
