Analisis perubahan struktur ekonomi nasional dan kinerja sektor pertanian serta dampaknya terhadap perubahan lingkungan
Abstract
Sesuai dengan perubahan lingkungan strategis, maka struktur ekonomi nasional pun mengalami perubahan dan semakin terbukti bahwa peranan sektor i:x:rtanian semakin menurun dan kualitas lingkungan semakin rendah. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis perubahan struktur ekonomi nasional, (2) menganalisis perubahan k.inerja sektor pertanian yang meliputi pengganda output, nilai tambah dan tenaga kerja, keterkaitan sektor pertanian ke belakang (backward /inkages)dan keterkaitan ke depan (fotward linkageS'), dan (3) menganalisis dampak pertumbuhan ekonomi nasional terhadap perubahan lingkungan, dan biaya eksternalitas. Untuk menjawab tujuan tersebut dlgunakan analisis data nasional Input-Output (I-O) nasional tahun 1980, 1985, 1990, 1995 dan 2000, dengan basis data 66 sektor.
Hasil analisis I-O menunjukkan bahwa k.inerja sektor pertanian menurun lebih cepat sejalan dengan penurunan pertumbuhan ekonomi nasional, sementara sektor non pertanian justru semakin meningkat. Menurunnya pertumbuhan ekonomi telah menyebabkan turunnya daya penyebaran sektor pertanian tanaman kacangkacangan, sektor jagung, dan sektor teh, sebaliknya untuk sektor padi, sayursayuran dan buah-buahan, cengkeh da"n unggas. Dengan skenario pertumbuhan ekonomi 4.2 persen, maka output, pendapatan, nilai tambah masing-masing terbentuk sebesar Rp 155.1, Rp 20.6, Rp 70.2 triliun, dan tenaga kerja 4.8 juta orang. Sedangkan karbon, sulfur dan nitrogen yang terbentuk masing-masing sebesar 3.3 juta, 44.2 ribu dan 79. 9 ribu ton. Biaya eksternalitas, telah menyebabkan berkurangnya ouput, pendapatan, nilai tambah masing-masing Rp 1.4 triliun, Rp 187.9, dan Rp 657.2 miliar, dan kemampuan penyerapan tenaga kerja hilang sebesar 33 728 orang. Sementara eksternalitas dari sektor pertanian sendiri telah menyebabkan berkurangnya output, pendapatan, nilai tambah dan tenaga kerja masing-masing Rp 15.1 - 35.3, Rp 1.9 - 7.1 miliar Rp 7.8- 18.2 miliar rupiah, dan 537 - 5 104 orang. Hasil penelitian lni menyarankan bahwa dalam upaya r,eningkatkan peranan sektor pertanian dalam perekonomian nasional, tidak dapat hanya mengharapkan kepada mekanisme ekonomi semata, tetapi harus ada keberpihakan yang diikuti dengan instrumen kebijakan yang dapat menciptakan kondisi kondusif untuk mendorong sektor pertanian. Kebijakan untuk mengkompensasi eksternalitas mutlak diperlukan baik melalui instrumen regulasi seperti komando dan kontrol (command-and-control) maupun melalui instrumen pasar (market-based-policies) seperti kebijakan pajak lumpsum (!umsump tax) atau pajak produksi (production tax).
Collections
- MT - Agriculture [4000]
