Pengembangan kapasitas petani miskin melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas
View/ Open
Date
2005Author
Aly, Rahmad Iqbal Nurkhalish B.
Abdulkadir, Sunito
Sumardjo
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Donggala dalam menanggulangi masalah kemiskinan adalah melalui Proyek Peningkatan Pendapatan Petani Miskin Melalui (novasi (Poor Farmers Income Improvement Through Innovation Projec disingkat PF13P) PF13P merupakan suatu progno penanggulangan kemiskinan bagi petani miskin, yang mengmut pendekatan pemberdayaan (empowerment) sebagai suntą syarat menuju pembangunan yang berkelanjutan. Namun dalam pelaksanaannya, program ini belum menyentuh permasalahan petani secara menyeluruh. Hal ini karena masih adanya batasan pengelolaan proyek dalam pemanfixtan dana melalui pedoman umum proyek yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat
Kajian ini bertujuan memetakan masyarakat Langaleso secara komprehensif mempelajari perum Kelembagaan Lokal, Swasta LSM dan Pemerintah Dacrab dalam program pemberdayaan petani miskin; memahami kegiatan dan pendekatan program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan; dan merancang proses perencamam dan model pemberdayaan dalam pengembangan kapasitas petani miskin. Data primer dikumpulkan dengan menggamakim metode wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD) dan pengamatan langsung. Duta sekunder diperoleh dari berbagai sumber, kermdian dicant, diolah dan diinterpretakan Pengolahan data menggamakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Selain itu juga digunakan analisis SWOT untuk menemukan strategi pemberdayaan bagi pengembangan kapasitas petani miskin sesuai kondisi wilayah dan masyarakat setempat.
Hasil kajian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan kapasitas petani miskin harus disusun secara terpadu dan sistematis agar dapat memutus faktor-faktor yang menghambat akses petani miskin terhadap penghidupan yang lebih baik. Aspek ketidakberdayam berupa permodalam usahatani terbatas, sarana dan prasarana kurang, pengetahuan dan keterampilan rendah serta kemampuan jaringan kerjasama dan pemasaran rendah mengalan persoalan yang menghambat petami miskin umuk berkembang, menunjukkan pentingnya penguatan pengembangan kapasitas masyarakat agar mandiri dan dapat mengatasi ketidakberdayaan yang membatasi kesempatım hidup mereka.
Strategi pemberdayam dalam upaya pengembangan kapasitas petani miskin di Desa Langaleso adalah melalui pengembangan pernodalm usahatari, pengembangan sumberdaya manusia, pengembangan sarana dan prasarana pertanian, dan pengembangan jaringan kerjasama dan pemasaran. Strategi pemberdayaan ini dirumuskan melalui perencnuum program pengembangan masyarakat yang disusun dari, oleh dan untuk masyarakat melalui musyawarah desa.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
