View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pola estradiol dan progesteron serum pada tikus yang disuperovulasi dikaitkan dengan kinerja reproduksi selama kebuntingan

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (6.931Mb)
      Date
      2001
      Author
      Adelien, Tuju Eline
      Ungerer, Tonny
      Manalu, Wasmen
      Kusumorini, Nastiti
      Setijanto, Heru
      Sihombing, D. T. H.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Peningkatan efisiensi reproduksi dapat ditempuh dengan memperbaiki kondisi pertumbuhan anak sejak periode prenatal hingga postnatal. Estradiol dan progesteron merupakan hormon yang penting selama kebuntingan karena berperan dalam proses implantasi, plasentasi, pemeliharaan kebuntingan dan pertumbuhan kelenjar susu. Selama kebuntingan, hormon-hormon ini disekresikan oleh korpus luteum yang jumlahnya dapat ditingkatkan melalui superovulasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengaruh superovulasi pada perubahan konsentrasi estradiol dan progesteron dikaitkan dengan kinerja reproduksi pada tikus sebagai hewan model untuk hewan politokus. Sebanyak 248 ekor tikus betina yang masih dara, berumur 12 minggu dengan bobot 200-225 g dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok perlakuan disuntik intraperitonea/ dengan NaCl fisiologis (SO-0), PMSG 37.5 IU dan hCG 18.75 IU/kg bobot badan (SO-1), PMSG 75 IU dan hCG 37.5 IU/kg bobot badan (SO-2), PMSG 150 IU dan hCG 75 IU/kg bobot badan (SO-3). Penyuntikan PMSG dilakukan pada saat tikus berada pada siklus diestrus I, diikuti hCG 48 jam kemudian sebelum dikawinkan. Pada umur kebuntingan I, 2, 3, 4, 5, 6, 12, 18 hari dan kelahiran sebanyak 180 ekor (rnasing-masing 5 ekor untuk setiap perlakuan) dikorbankan untuk pengamatan jurnlah korpus luteum, jumlah implantasi dan plasentasi, jurnlah dan bobot anak yang dilahirkan, bobot uterus. konsentrasi estradiol dan progesteron, berat kering bebas lemak (BKBL) kelenjar susu, serta analisis kimia jaringan uterus dan kelenjar susu. Sebanyak 20 ekor (rnasing-masing 5 ekor untuk setiap perlakuan) setdah melahirkan dibiarkan menyusui anaknya sampai 21 hari untuk pengukuran bobot sapih anak. Untuk pengamatan histologis uterus sarnpai periode implantasi, sebanyak 48 ekor (rnasing-masing 2 ekor untuk setiap perlakuan) dikorbankan pada umur kebuntingan 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 hari. ..dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117294
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository