Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemupukan NPK terhadap Produksi Biji Kering Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.)
Abstract
Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) memiliki berbagai kandungan protein, asam amino, dan nutrisi. Polong muda nya biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia sebagai sayuran. Biji kecipir memiliki potensi sebagai subtitusi kedelai karena memiliki kandungan protein yang hampir sama dengan kedelai. Budidaya kecipir di Indonesia terus memerlukan perbaikan untuk peningkatan produksi terutama untuk varietas baru yang memerlukan rekomendasi pemupukan. Dosis dan frekuensi pemupukan diperlukan untuk tanaman kecipir yang pembungaannya bertahap. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mempelajari dosis dan frekuensi pemupukan NPK yang tepat untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi biji kering. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikarawang IPB, Bogor, sejak bulan Mei sampai Oktober 2022. Kecipir yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan varietas Fairuz IPB. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorial dengan dua faktor yaitu dosis pupuk NPK (0, 75, 150, 225 kg ha-1) dan frekuensi pemupukan (1, 2, 3 kali). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk NPK berpengaruh nyata hanya pada tinggi tanaman saat umur 35, 49, dan 63 HST. Perlakuan dosis pupuk NPK dan frekuensi pemupukan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap produksi biji kering kecipir diduga karena kemasaman tanah yang belum cukup teratasi dengan penambahan kapur.
