Meta-Optimasi Modifikasi Pati Autoclaving Cooling dan Debranching Enzyme terhadap Kadar Pati Resistennya.
View/ Open
Date
2023-01-31Author
Oktaviani, Sulha Rahmi
Faridah, Didah Nur
Wulandari, Nur
Afandi, Frendy Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Pati resisten merupakan bahan fungsional dengan indeks glikemik rendah
yang sering digunakan dalam pengembangan pangan fungsional. Pati resisten tipe
III dapat diproduksi dalam jumlah yang tinggi dengan kombinasi debranching
enzymatic dan metode siklus panas dan dingin yang disebut autoclaving-cooling.
Studi menunjukkan hasil yang berbeda pada kandungan pati resisten hasil
modifikasi ganda autoclaving-cooling dan debranching pullulanase. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh autoclaving-cooling dan debranching
enzyme pullulanase terhadap kandungan pati resisten dengan mendapatkan kondisi
proses terbaik pada setiap set parameter dengan menggunakan meta-analisis
kemudian dilakukan uji optimasi dengan response surface methodology (RSM).
Penelitian dilakukan dalam 3 tahapan yang meliputi meta-analisis, response
surface methodology dan meta-optimasi. Analisis data untuk meta-analisis
menggunakan PRISMA (Preffered Reporting Items for Systematic Reviews and
Meta-Analysis) dengan OpenMee dan untuk RSM menggunakan Design Expert 12.
Berdasarkan pada hasil trial and error yang telah dilakukan empat artikel
dipilih untuk digunakan pada meta-optimasi dengan 3 set data penelitian.
Parameter terbaik pada set data pertama yaitu kombinasi 2 siklus autoclaving cooling dengan konsentrasi enzim dan waktu hidrolisis yang berbeda adalah
dengan menggunakan konsentrasi enzim kisaran 10-14 U/g dengan lama waktu
hidrolisis enzim 24 jam. Parameter terbaik pada set data kedua yaitu kombinasi 1
siklus autoclaving-cooling dengan konsentrasi enzim dan waktu hidrolisis yang
berbeda adalah dengan menggunakan 10 U/g enzim pullulanase dengan waktu
hidrolisis enzim selama 24 jam. Parameter terbaik pada set data ketiga yaitu
autoclaving-cooling dengan konsentrasi enzim yang sama dengan suhu dan waktu
cooling yang berbeda adalah dengan menggunakan konsentrasi enzim yang sama
dan suhu cooling kisaran 90 °C dan waktu cooling 24 jam. Selain penggunaan
enzim, kondisi proses modifikasi juga harus diperhatikan seperti penggunaan suhu
dan waktu autoclaving-cooling yang dapat memengaruhi kadar pati resisten yang
dihasilkan. Modifikasi ganda membutuhkan lingkungan yang terkendali untuk
meningkatkan pembentukan pati resisten. Faktor-faktor yang perlu dikendalikan
antara lain suhu dan waktu pendinginan/pemanasan, jumlah siklus, konsentrasi
enzim, serta suhu dan waktu inkubasi.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2430]
