View Item 
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Forestry
      • Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Forestry
      • Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kajian Potensi Getah Pinus Di Taman Buru Masigit Karumbi

      Thumbnail
      View/Open
      Kajian (1.286Mb)
      Date
      2022
      Author
      Santosa, Gunawan
      Muhdin
      Ilham, Qori Pebrial
      Mukarom, Uus Saepul
      M. Hasanudin
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) merupakan satu-satunya kawasan konservasi dengan peruntukan sebagai taman buru di Pulau Jawa dengan luas ± 12.420,70 ha. TBMK ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 298/Kpts-II/998 tanggal 27 Februari 1998. Secara administrative, TBMK terletak di Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bandung. Berdasarkan sejarah pengelolaannya, hak pengusahaan TBMK pernah diserahkan kepada PT. PMS untuk ijin pengusahaan perburuan dan Perum Perhutani untuk pengusahaan getah pinus (Utami dan Pancasilawan, 2017). TBMK tidak hanya memiliki potensi untuk taman buru, tetapi juga memiliki potensi getah pinus. Umur pohon pinus sudah melebihi daur teknis untuk produksi getah ( > 30 tahun). Hal ini menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk memanfaatkan hasil hutan bukan kayu ini. Penyadapan getah pinus oleh masyarakat dilakukan di areal hutan tanaman pinus yang pernah dikelola oleh Perum Perhutani. Berdasarkan blok pengelolaan TBMK, lokasi penyadapan berada di zona tradisional. Dalam rangka mengakomodasi tingginya animo masyarakat untuk menyadap pinus dan mewujudkan kolaborasi pengelolaan kawasan, maka kegiatan ini dijadikan sebagai bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Upaya mewujudkan kolaborasi ini masih dalam tahap menunggu persetujuan perjanjian kerjasama (PKS) antara masyarakat dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Meskipun demikian, terdapat areal hutan tanaman pinus yang sudah dilakukan penyadapan oleh masyarakat. Masyarakat penyadap getah pinus terdiri dari 11 Kelompok Tani Hutan (KTH) yang berasal dari beberapa desa di sekitar Kawasan TBMK. Sadapan getah pinus dilakukan menggunakan metode Quarre dengan lebar sadapan ± 6 cm. dst ..
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116094
      Collections
      • Forest Management [210]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository