Penerapan Good Cooperative Governance dan Dampaknya terhadap Kinerja Organisasi pada Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia
Date
2023-01-06Author
Lubis, Nurjannah
Siregar, Hermanto
Hidayatulloh, Furqon Syarief
Metadata
Show full item recordAbstract
Kehidupan koperasi berlandaskan pada nilai etis yang dijabarkan dalam prinsip-prinsip koperasi dan berfungsi sebagai norma-norma etis. Norma tersebut dijadikan acuan untuk mempolakan tata kelola koperasi sebagai organisasi ekonomi. Koperasi yang menerapkan tata kelola memiliki pedoman atau rujukan dalam rangka menjalankan usaha koperasinya, meningkatkan trust anggota, memperluas pangsa pasar dan usaha serta mampu menghadapi perkembangan situasi dan kondisi sesuai kebutuhan. Kajian terkait konsep GCG berdasarkan nilai-nilai Islam memiliki makna mempertahankan akhlaqul karimah dan ketakwaan kepada Allah SWT agar dapat terhindar dari tindakan ilegal dan tidak jujur dalam menerima amanah. Namun seperti halnya koperasi syariah lainnya, penerapan tata kelola pada Kopsyah Benteng Mikro Indonesia (BMI) masih belum maksimal. Padahal, aspek tata kelola memiliki porsi yang besar daripada aspek lainnya pada pengawasan Kemenkop setiap tahunnya. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba menganalisis lebih jauh terkait konsep penerapan tata kelola yang baik dan selanjutnya menganalisis pengaruh penerapan tersebut terhadap kinerja organisasi pada Kopsyah BMI.
Penelitian ini melibatkan 5 responden ahli yang terdiri dari pemangku jabatan strategis pada Kopsyah BMI yang digunakan sebagai responden self assessment melalui in depth interview. Data yang terkumpul diolah menggunakan analisa deskriptif. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan 195 responden yang terdiri dari pengelola tingkat manajer pusat, manajer area, manajer cabang dan staf. Pemilihan sampel secara sengaja dilakukan dengan pertimbangan bahwa responden yang bersangkutan memiliki keahlian dan kompeten dibidangnya dengan kriteria tertentu. Metode penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan gabungan antara sample acak terstratifikasi (stratified random sampling) dan purposive sampling (cara sengaja). Data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS).
Hasil analisa deskriptif menunjukkan penerapan GCG pada Kopsyah BMI yang memiliki nilai paling tinggi berdasarkan urutan variabel pembentuknya adalah responsibility, transparansi, accountability, fairness, demokrasi dan independensi. Sementara itu hasil pengaruh yang dianalisis menggunakan SEM-PLS menunjukkan variabel demokrasi, kewajaran, independensi dan transparansi menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Sebaliknya, variabel akuntabilitas mempunyai nilai pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan dan variabel responsibility berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja organisasi Kopsyah BMI. Dengan demikian, diharapkan penerapan tata kelola yang baik terlaksana dengan baik melalui realisasi kegiatan-kegiatan riil di lapangan dan perbaikan sistem manajemen baik kelembagaan dan mitigasi risiko.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
