Status Pemanfaatan Ikan Baronang (Siganus sp.) di Perairan Karimunjawa
Date
2022Author
Addini, Annisa Kurnia
Wahyuningrum, Prihatin Ika
Wiryawan, Budy
Metadata
Show full item recordAbstract
Perairan Karimunjawa memiliki potensi perikanan tangkap yang tinggi, baik sumberdaya ikan pelagis maupun karang. Ikan baronang (Siganus sp.) merupakan ikan karang dengan nilai ekonomis penting. Tingginya permintaan konsumsi ikan baronang melatarbelakangi peningkatan operasi penangkapan ikan. Informasi biologi dan status pemanfaatan ikan baronang diperlukan untuk mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan unit penangkapan dan status pemanfaatan sumberdaya ikan baronang serta membandingkan tren status pemanfaatan ikan baronang dalam rentang waktu 2014-2020. Penelitian ini menggunakan data monitoring dari Wildlife Conservation Society (WCS) berupa data panjang ikan baronang. Data yang digunakan sebanyak 2625 ekor ikan baronang dari dua spesies dominan yakni Siganus javus dan Siganus punctatus. Metode pendekatan LB-SPR (Length-based Spawning Potential Ratio) digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit penangkapan dominan adalah panah dan bubu. Siganus punctatus memiliki nilai SL50 (29,08) < Lm (30) sedangkan Siganus javus memiliki nilai SL50 (27,13) > Lm (23). Siganus punctatus berada dalam status pemanfaatan fully moderately dengan nilai SPR sebesar 33% sedangkan spesies Siganus javus berada dalam status pemanfaatan over exploited dengan nilai SPR sebesar 12%. Oleh karena itu, pengendalian terhadap jumlah tangkapan dan ukuran tangkapan perlu diperhatikan, baik dalam musim penangkapan ataupun musim pemijahan, sehingga terciptanya pengelolaan perikanan baronang yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Karimunjawa waters have potentially captured fisheries resources, pelagic and coral fishes. Rabbitfish (Siganus sp.) is a reef fish with significant economic value. The high demand for the consumption of rabbitfish is the background to the increase in fishing operations. Information on the biology and utilization status of rabbitfish is needed to support sustainable fisheries management. The study aimed to describe the fishing units and utilization status of rabbitfish resources and to compare trends in rabbitfish utilization status in the 2014-2020 time frame. This study used monitoring data from the Wildlife Conservation Society (WCS) in the form of rabbitfish length data. The data used were 2625 rabbitfish from two dominant species, Siganus javus, and Siganus punctatus. The LB-SPR (Length-based Spawning Potential Ratio) approach method was used in this study. The results showed that the dominant fishing units were arrows and traps. Siganus punctatus has a value of SL50 (29.08) < Lm (30), while Siganus javus has a value of SL50 (27.13) > Lm (23). Siganus punctatus is in a moderately utilized status with an SPR value of 33%, while the Siganus javus species is in an over-exploited utilization status with an SPR value of 12%. Therefore, it is necessary to pay attention to controlling the number of catches and the size of the catch, both during the fishing and spawning seasons, to create responsible and sustainable management of the rabbitfish fisheries.
