View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Karakterisasi Induksi Gen Globin Gamma Sebagai Obat Thalassemia Beta Berbasis Herbal Daun Kelor (Moringa oleifera), Daun Sukun (Artocarpus altilis) dan Rimpang Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Teks (16.78Mb)
      Cover (3.240Mb)
      Date
      2022
      Author
      Amanda, Nisa Widya
      Darusman, Huda Shalahudin
      Nainggolan, Ita Margaretha
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Thalassemia beta adalah kelainan darah gen tunggal yang umum yang mengakibatkan penurunan atau tidak adanya globin beta. Pada thalassemia beta mayor, ketidakseimbangan rantai a/ẞ menyebabkan stres oksidatif parah yang mengarah ke kondisi patologis. Beberapa penelitian melaporkan metabolit sekunder pada tanaman mampu mengaktifkan gen globin gamma untuk mengatasi kelebihan rantai globin-a dan meringankan gejala klinis pasien thalasemia beta. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ekstrak yang mampu menginduksi HbF yang lebih kompeten dan aman untuk membantu penyembuhan pasien. Penelitian ini menggunakan kultur lini sel K562 untuk menilai efikasi induksi hemoglobin janin (HbF) dari daun Moringa oleifera (MO), rimpang Curcuma aueruginosa Roxb. (CA) dan daun Artocarpus altilis (AA). Tes benzidin dilakukan untuk menghitung kemampuan sel dalam menginduksi HbF dan RT-qPCR untuk mengukur ekspresi gen. Uji benzidin menunjukkan bahwa ekstrak daun MO memiliki nilai tertinggi (3%) dalam menginduksi hemoglobin janin. Namun, berdasarkan analisis RT- qPCR, ekstrak rimpang CA memiliki kemampuan yang paling signifikan (perubahan 2,39 kali lipat) untuk mengaktifkan kembali gen globin gamma dibandingkan dengan hydroxyurea sebagai kontrol positif. Perbedaan sifat dan tingkat pengujian MO dan CA terhadap kapasitas antioksidan dan mekanisme reaktivasi ekspresi gen kemungkinan besar mempengaruhi perbedaan hasil antara uji benzidin dan hasil RT-qPCR. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih lanjut mengenai aktivitas dan kandungan masing-masing ekstrak.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/115636
      Collections
      • MT - Multidiciplinary Program [1955]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository