Dinamika Perluasan Perkotaan : Hubungan Perubahan Tutupan Lahan dengan Bentuk Perkotaan Wilayah Kabupaten Tangerang
Date
2022Author
Rahmasari, Ragillia
Rustiadi, Ernan
Rosandi, Vely Brian
Metadata
Show full item recordAbstract
Kabupaten Tangerang tergabung dalam wilayah metropolitan Jabodetabek
mengalami fenomena perluasan perkotaan akibat proses urbanisasi dan
suburbanisasi yang mengarah terjadinya urban sprawl dan pertumbuhan fisik
perkotaan semakin tidak terkendali. Informasi urban form diperlukan agar proses
perencanaan pengembangan wilayah dapat terarah dan berkelanjutan berdasarkan
karakteristik pola spasial yang terbentuk. Perubahan tutupan lahan sebagai
dampak perluasan perkotaan diamati pada level kecamatan setiap wilayah
pengembangan (WP) berdasarkan hirarki struktur ruang RTRW Kabupaten
Tangerang yang dibagi menjadi 3 wilayah pengembangan yaitu WP I, II dan III.
Penelitian bertujuan: 1) menganalisis trend urban expansion dalam bentuk
perubahan tutupan lahan, 2) mengidentifikasi karakteristik urban form dan 3)
menganalisis keselarasan antara tutupan lahan dengan pola ruang RTRW
Kabupaten Tangerang. Analisis perubahan tutupan lahan dilakukan dengan
overlay peta tutupan lahan tahun 2015 dan 2020 serta tabulasi matriks perubahan
tutupan lahan (crosstab), karakteristik urban form di analisis dengan Spatial
Metric menggunakan variabel density, continuity, clustering, dan shape serta
analisis keselarasan dilakukan dengan overlay antara peta tutupan lahan dengan
RTRW Kabupaten Tangerang. Perubahan tutupan lahan terjadi peningkatan luas
pada tutupan lahan terbangun dan badan air serta penurunan luas pada tutupan
lahan kering, sawah dan vegetasi lainnya. Karakteristik urban form tutupan lahan
sawah dan lahan terbangun berdasarkan WP I berbentuk sprawl. Karakteristik
urban form berdasarkan WP II tutupan lahan terbangun konstan dan lahan sawah
berbentuk compact. Tutupan lahan terbangun WP III berbentuk sprawl, sedangkan
pada lahan sawah berbentuk compact. Nilai keselarasan Kabupaten Tangerang
termasuk kategori sangat tinggi (88%) dengan jenis ketidakselarasan terluas yaitu
peruntukan kawasan pertanian dengan tutupan lahan terbangun (Kawasan
Pertanian-LTB). Tangerang Regency which is part of the Jabodetabek metropolitan area
experiencing the phenomenon of urban expansion due to the process of
urbanization and suburbanization can lead to urban sprawl and uncontrolled urban
physical growth. Urban form information is needed so that the regional
development planning process can be directed and sustainable based on the
characteristics of the spatial pattern that is formed. Changes in land cover as a
result of urban expansion are observed at the sub-district level of each
development area (WP) based on the spatial structure hierarchy of the Tangerang
Regency RTRW which is divided into 3 development areas, namely WP I, II, and
III. This research aims: 1) to analyze urban expansion trends in the form of land
cover changes, 2) to identify the characteristics of the urban form, and 3) to
compare the characteristics of the urban form to the RTRW of Tangerang
Regency. The land use change analysis carried out with 2015 and 2020 land cover
maps overlay and change matrix tabulation land cover (crosstab), urban form
characteristics were analyzed using Spatial Metric density index, continuity,
clustering/fragmentation, and shape, and alignment analysis were carried out by
overlaying between maps land cover with RTRW Tangerang Regency. Changes in
land cover increased the area of built-up land and water bodies and a decrease in
the area of dry land, paddy fields, and other vegetation. Characteristics of urban
form on paddy field cover and built-up land based on WP I are in the form of
sprawl. Characteristics of urban form based on WP II constant built-up land cover
and compact paddy fields. The WP III built-up land cover is in the form of sprawl,
while in paddy fields it is compact. The alignment value of Tangerang Regency is
in the very high category (88%) with the widest type of non-conformity, namely
the designation of agricultural areas with built-up land cover (Agricultural AreasLTB).
