Total Quality Management dan Biaya Mutu pada Kluster IKM Fabrikasi Logam di Kabupaten Bogor
Date
2022-07-25Author
Nurdiansah, Angga
Cahyadi, Eko
Slamet, Alim Setiawan
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri kecil dan menengah (IKM) merupakan penyumbang pendapatan negara terbesar di Indonesia, namun pada kenyataanya IKM fabrikasi logam memiliki trend tingkat mutu produk yang negatif. Hal ini disebabkan produk pada IKM fabrikasi logam memiliki tingkat cacat yang signifikan, antara lain ; cat produk yang terkelupas, permukaan produk yang penyok, terdapat noda, kesalahan dalam pengecatan, fungsi produk yang tidak tercapai, kesalahan dalam memilih bahan dan dimensi produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi. hal tersebut erat kaitannya dengan tingkat penerapan Total Quality Management (TQM) dan biaya mutu, untuk itu penelitian terkait TQM dan Biaya Mutu pada kegiatan fabrikasi logam menjadi penting dan diperlukan untuk mendukung usaha jenis ini tetap memiliki daya saing serta terus tumbuh. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisa tingkat mutu produk yang dihasilkan oleh IKM fabrikasi logam di Kabupaten Bogor, (2) Menganalisa penerapan prinsip Total Quality Management (TQM) dan biaya mutu pada IKM fabrikasi logam di Kabupaten Bogor, (3) menganalisa faktor faktor yang mempengaruhi tingkat mutu produk pada IKM fabrikasi logam di Kabupaten Bogor.
Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan penyebaran kuisioner secara online melalui google form serta studi literatur. Kuisioner dibagikan kepada responden yang berada pada kluster IKM fabrikasi logam di tiga desa yaitu Desa Gunungsari, Pasirmukti dan Tarikolot ketiga desa tersebut berada di Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor. Analisa data menggunakan analisa deskriptif, pareto dan regresi linear berganda. Teknik pareto digunakan untuk menganalisa jenis dan jumlah cacat produk, teknik regresi linear berganda digunakan untuk melihat pengaruh TQM dan biaya mutu terhadap tingkat mutu. Hasil dalam penelitian ini adalah TQM dan biaya mutu berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat mutu. Pada aspek TQM faktor yang paling signifikan adalah kepemimpinan, partisipasi karyawan, perbaikan berkelanjutan dan pengambilan keputusan berdasarkan data, sedangkan pada aspek biaya mutu faktor yang paling signifikan adalah biaya penilaian dan biaya pencegahan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pelaku usaha dan instansi terkait, agar usaha jenis ini dapat terus tumbuh dan berkembang.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
