Dinamika dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kemiskinan di Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI)
Date
2022-08Author
Lailiyah, Alfi Nur
Priyarsono, Dominicus Savio
Hutagaol, Manuntun Parulian
Metadata
Show full item recordAbstract
Strategi pengentasan kemiskinan menjadi salah satu kebijakan penting
untuk mencapai keberhasilan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan
masyarakat di tingkat nasional maupun regional. Permasalahan pembangunan dan
disparitas antara KBI dan KTI menjadi salah satu fokus bagi pemerintah.
Perbedaaan kondisi ekonomi dan sosial di KBI dan KTI menjadi hal yang perlu
diperhatikan oleh pemerintah sebagai pemangku kebijakan untuk dapat
merumuskan kebijakan yang tepat dan sasar guna untuk pencapaian pembangunan
nasional. Sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan dan mengurangi
kesenjangan pada kedua kawasan tersebut di dalam dokumen RPJMN 2020-2024,
penting halnya untuk menganalisis dinamika dan hubungan antara pertumbuhan
ekonomi dan ketimpangan pendapatan dengan tingkat kemiskinan serta
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan pada kedua kawasan
tersebut sebagai rekomendasi dalam penyusunan kebijakan. Hasil estimasi dari uji
kausalitas menunjukkan bahwa terdapat hubungan sebab akibat antara
pertumbuhan ekonomi dengan kemiskinan di KBI dan KTI. Selain itu, kondisi
ketimpangan pendapatan di KBI dapat memperparah kondisi kemiskinan dan
menghambat efektivitas pertumbuhan ekonomi dalam menurunkan kemiskinan di
KBI.
Berdasarkan hasil estimasi melalui pendekatan panel statis, determinan
kemiskinan di KBI dan KTI berbeda. Determinan kemiskinan di KBI ialah Rata Rata Lama Sekolah, Jumlah Penduduk, pertumbuhan ekonomi regional per kapita,
dan Angka Harapan Hidup. Hasil yang berbeda ditunjukkan pada KTI, bahwa
variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan ialah Rata-rata Lama
Sekolah, Jumlah penduduk, Kapasitas air bersih, realisasi investasi PMA dan
PMDN, serta Angka Harapan Hidup. Adapun rekomendasi kebijakan yang
disarankan berdasarkan hasil penelitian ini ialah: 1) Perlunya perluasan distribusi
infrastruktur air bersih dan sanitasi terutama pada di daerah pelosok yang masih
terisolasi dan terpencil di KTI; 2) Peningkatan kualitas modal manusia yang
dilakukan dengan intervensi pada bidang pendidikan dan kesehatan; 3)
Mempromosikan KTI sebagai daerah yang kondusif untuk investasi; 4)
pengendalian jumlah penduduk pada wilayah padat penduduk; 5) Strategi
penurunan kemiskinan harus bersifat inklusif dimana kebijakan-kebijakan lebih
berfokus dan menyasar di daerah yang terdapat kantong-kantong kemiskinan yang
tinggi atau memiliki konsentrasi penduduk miskin paling besar dengan
memerhatikan kesenjangan pendapatan
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
