Evaluasi Kesuburan Andisol pada Beberapa Kabupaten di Sumatera Utara
Date
2022-08Author
Ferdiyansyah, Muhammad
Hartono, Arief
Nadalia, Desi
Metadata
Show full item recordAbstract
Kabupaten Humbang Hasundutan, Dairi, dan Karo merupakan
daerah dataran tinggi yang berpotensi untuk pengembangan hortikultura.
Akan tetapi, tingkat kesuburan tanah menjadi permasalahan utama. Penelitian
bertujuan mengevaluasi tingkat kesuburan tanah serta membandingkan
Andisol di Humbang Hasundutan, Dairi, dan Karo. Contoh tanah pada
kedalaman 0-20cm di setiap daerah dilakukan analisis sifat kimia tanah,
kemudian dilakukan perbandingan berdasarkan kriteria PPT Tahun 1995.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi hasil akibat adanya perbedaan
pengelolaan tanah serta jenis penggunaan lahan. Kabupaten Humbang
Hasundutan memiliki rata-rata nilai C-organik tinggi, P total rendah, K total
sangat tinggi, KTK rendah serta KB sedang. Kabupaten Dairi memiliki ratarata
C-organik, P total serta K total yang sangat tinggi, serta KTK dan KB
yang sedang. Kabupaten Karo memiliki rata-rata C-organik yang tinggi, P
total dan K total sangat tinggi, KTK sedang, serta KB yang tinggi.
Berdasarkan evaluasi status kesuburan tanahnya, Kabupaten Dairi dan Karo
memiliki tingkat kesuburan tanah sedang, sedangkan Kabupaten Humbang
Hasundutan memiliki status kesuburan rendah. Humbang Hasundutan, Dairi, and Karo regencies are highland areas
with the potential for horticultural development. However, the level of soil
fertility becomes the main problem. The study aimed to evaluate soil fertility
levels and compare Andisol in Humbang Hasundutan, Dairi, and Karo. Soil
samples at a depth of 0-20 cm in each area were analyzed regarding the soil
chemical characteristics, then a comparison was made based on the soil
fertility criteria PPT 1995. The results showed that there were variations in
results due to differences in soil management and types of land use. Humbang
Hasundutan Regency had an average of high organic carbon (C) values, low
total phosphorus (P), very high total potassium (K), low cation exchange
capacity (CEC) and medium base saturation. Dairi Regency had a very high
average of organic C, total P and K total, as well as moderate CEC and base
saturation. Karo Regency had a high average of organic C, very high total P
and total K, medium CEC, and high base saturation. Based on the evaluation
of the soil fertility status, Dairi and Karo Regencies had moderate soil fertility,
while Humbang Hasundutan Regency had a low fertility status.
