View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Resources and Environmental Economic
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Resources and Environmental Economic
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Manfaat Ekonomi dan Keberlanjutan Hutan Lindung Gunung Puntang Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (794.0Kb)
      Fullteks (1.700Mb)
      Lampiran (1.986Mb)
      Date
      2022-07
      Author
      Elsa, Rosaline
      Putri, Eka
      Pramudita, Danang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengelolaan hutan berkelanjutan diperlukan karena tekanan terhadap ekosistem hutan. Hutan Lindung Gunung Puntang (HLGP) merupakan salah satu hutan lindung dengan berbagai potensi pemanfaatan dan ancaman kerusakan. Tujuan penelitian adalah mengestimasi manfaat ekonomi, menganalisis status keberlanjutan, dan menyusun strategi pengelolaan HLGP. Penelitian menggunakan metode analisis pendapatan untuk mengestimasi manfaat ekonomi; RAPFISH untuk menganalisis aspek dan status keberlanjutan; serta mempertimbangkan analisis leverage untuk menyusun strategi pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan HLGP sudah memberikan manfaat ekonomi khususnya kepada tenaga kerja, walaupun rata-rata upah tenaga kerja masih berada di bawah rata-rata pendapatan per kapita Desa Campakamulya. Unit konservasi owa jawa memiliki nilai share penghasilan paling tinggi, sedangkan unit kopi puntang paling rendah. Penghasilan dari HLGP mampu berkontribusi terhadap pengeluaran rumah tangga tenaga kerja. Hasil analisis keberlanjutan menunjukkan ketiga unit memiliki status cukup berkelanjutan. Unit dengan nilai indeks keberlanjutan paling tinggi adalah konservasi owa jawa (73,34), sedangkan paling rendah adalah wana wisata (52,92). Dimensi ekologi memiliki nilai indeks keberlanjutan tertinggi dengan status berkelanjutan (84,45), sedangkan dimensi ekonomi paling rendah dengan status kurang berkelanjutan (28,07). Pengelolaan HLGP khususnya dimensi ekonomi perlu meningkatkan kerja sama terkait pendanaan dan investasi; daya tarik; dan produktivitas setiap unit.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112854
      Collections
      • UT - Resources and Environmental Economic [2339]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository