Volatilitas Nilai Tukar Pound Sterling dan Pengaruhnya Terhadap Ekspor Kakao Indonesia
Abstract
Kakao dan olahannya merupakan komoditi unggulan yang dihasilkan oleh
Indonesia dan memiliki prospek yang menjanjikan. Hal ini ditunjukan oleh kakao
yang merupakan salah satu penyumbang terbesar ekspor pertanian dengan
kontribusi sebesar 30.2 persen dari ekspor pertanian. Indonesia sendiri sudah mulai
mengekspor kakao dalam bentuk olahan agar meningkatkan nilai tambah yang
dihasilkan oleh kakao. Harga kakao di pasar internasional itu sendiri salah satunya
diperjualbelikan menggunakan mata uang pound sterling selain US dollar.
Penyebabnya dikarenakan kakao diperdagangkan pada dua bursa dunia yaitu
London (LIFFE -Pound) dan New York (ICE-USD). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dampak yang ditimbulkan akibat volatilitas nilai tukar pound sterling
terhadap ekspor kakao Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah uji korelasi pearson untuk menganalisis adanya pergeseran struktur ekspor
kakao yang semula barang mentah menjadi barang bernilai tambah dan ARCH GARCH serta regresi linier berganda (OLS) untuk menganalisis volatilitas serta
dampak yang ditimbulkannya terhadap ekspor kakao Indonesia pada tahun 2011-
2020. Hasil estimasi menunjukkan terjadi perubahan pada struktur ekspor kakao
Indonesia dari produk mentah menjadi produk bernilai tambah dan volatilitas pound
sterling tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor kakao Indonesia.
