Produksi dan Karakterisasi Asap Cair dan Residu Padat Hasil Torefaksi Limbah Kelapa Muda
Abstract
Indonesia merupakan produsen kelapa tertinggi dan memiliki lahan perkebunan kelapa terlus di dunia. Semua bagian dari kelapa dapat dimanfaatkan kecuali ada satu bagian, yaitu limbah dari kelapa muda. Limbah kelapa muda dapat diolah menjadi asap cair dan residu padat melalui proses torefaksi dengan suhu 200–400 °C. Asap cair hasil torefaksi berwarna merah kecokelatan dan setelah didistilasi menjadi jernih dan tidak berwarna. Beberapa parameter sudah memenuhi mutu asap cair spesifikasi Jepang, yakni warna, pH dan keasaman. Nilai pH asap cair berkisar antara 3,37–3,62, kadar keasaman 3,1654–3,7525. Analisis gas kromatografi-spektrometri massa menunjukkan bahwa senyawa dominan di dalam asap cair ialah senyawa fenol. Kadar fenol asap cair 61,71–72,73 %. Asap cair ini tidak bersifat bakterisidal terutama pada bakteriEscherichia coli. Asap cair tempurung kelapa memiliki kualitas yang jauh lebih baik karena kadar lignoselulosa lebih tinggi. Residu padat yang dihasilkan memiliki rendemen yang rendah yaitu hanya 1,07% tetapi kadar abunya tinggi sehingga tidak bisa dijadikan arang aktif. Residu padat tidak mengandung logam Cd dan Pb tetapi mengandung logam As, sehingga tidak dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
