View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Dukungan Mantan Suami, Strategi Koping, dan Relasi Orang Tua-Anak terhadap Kebahagiaan Keluarga Tunggal Sebelum dan Saat Covid-19

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (1.925Mb)
      Cover (773.4Kb)
      Lampiran (754.0Kb)
      Date
      2022-05-30
      Author
      Azizah, Yasmin
      Puspitawati, Herien
      Herawati, Tin
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Perceraian mendatangkan berbagai perubahan yang berdampak terhadap kehidupan keluarga. Dampak tersebut diantaranya konflik jangka panjang, kehilangan dukungan emosional, kesulitan ekonomi, terganggunya relasi orang tua-anak, serta penurunan tingkat kebahagiaan pada keluarga tunggal. Kebahagiaan keluarga tunggal bersumber dari dukungan mantan suami untuk anak, penerapan strategi koping yang tepat, dan relasi orang tua-anak yang erat. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis karakteristik keluarga, karakteristik mantan suami, perbedaan dukungan mantan suami, strategi koping, relasi orang tua-anak, dan kebahagiaan keluarga tunggal sebelum dan saat Covid-19. 2) Menganalisis hubungan karakteristik keluarga, karakteristik mantan suami, dukungan mantan suami, strategi koping, relasi orang tua-anak, dan kebahagiaan keluarga tunggal saat Covid-19. 3) Menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, karakteristik mantan suami, dukungan mantan suami, strategi koping, dan relasi orang tua-anak, terhadap kebahagiaan keluarga tunggal saat Covid-19. 4) Menganalisis tipologi dukungan mantan suami, strategi koping, relasi orang tua-anak dan kebahagiaan keluarga pada keluarga tunggal sebelum dan saat Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dan dilakukan pada keluarga tunggal yang tinggal di Indonesia melalui kuesioner yang disebarkan secara online. Populasi penelitian ini adalah keluarga yang dikepalai oleh perempuan yang mengalami cerai hidup, mantan suami masih hidup, dan memiliki anak. Contoh dipilih menggunakan non probability sampling dengan teknik voluntary sampling. Contoh dalam penelitian ini adalah 100 keluarga. Data yang diperoleh diolah melalui rangkai proses berupa editing, coding, scoring, entry, cleaning, analyzing serta interpretasi. Pengolahan data menggunakan bantuan Microsorf Excel, Statistical Package for Social Science (SPSS) 25.0 for windows, dan Smart Partial Least Square (Smart PLS). Hasil penelitian menemukan rata-rata usia ibu ialah 40,02 tahun. Rata-rata lama pendidikan ibu yaitu 13,17 tahun. Rata-rata pendapatan ibu adalah Rp 3.411.500. Persentase pekerjaan terbanyak yang dimiliki ibu yaitu bekerja di sektor formal (44%). Rata-rata lama perceraian yaitu 6.53 tahun. Rata-rata anak yang dimiliki keluarga dalam penelitian ini adalah 2 anak. Persentase terbesar (92%) jumlah keluarga berada pada kategori keluarga kecil. Rata-rata usia anak tertua dalam keluarga adalah 15,14 tahun. Persentase terbesar (57%) jenis kelamin anak tertua yaitu laki-laki. Rata-rata usia mantan suami yaitu 43,09 tahun. Rata-rata lama pendidikan mantan suami selama 12,66 tahun. Persentase tertinggi (81%) mantan suami berstatus memiliki pekerjaan tetapi sebanyak 74 persen tidak mengirimkan uang secara rutin untuk keperluan anak mereka. Rata-rata uang kiriman yang diberikan oleh mantan suami sebesar Rp 1.252.300. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum Covid-19 dukungan materi, dukungan pengasuhan, strategi koping ekonomi, dan relasi ayah-anak berada pada kategori rendah, sedangkan, strategi koping sosial psikologis, relasi ibu-anak, kebahagiaan ibu, serta kebahagiaan anak berada pada kategori sedang. Saat Covid-19 dukungan mantan materi, dukungan pengasuhan, strategi koping ekonomi, relasi ayah-anak berada pada kategori rendah, sedangkan, strategi koping sosial psikologis, relasi ibu-anak, kebahagiaan ibu, serta kebahagiaan anak berada pada kategori sedang. Hasil uji beda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan positif signifikan pada dukungan mantan suami sebelum dan saat Covid-19 serta relasi orang tua-anak sebelum dan saat Covid-19. Sedangkan pada strategi koping sebelum dan saat Covid-19 serta kebahagiaan keluarga sebelum dan saat Covid-19 tidak ditemukan perbedaan yang signifikan. Hasil uji korelasi saat Covid-19 menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan ibu maka akan semakin rendah strategi koping. Semakin lama perceraian maka akan semakin tinggi strategi koping yang diterapkan keluarga. Semakin besar jumlah uang kiriman yang diberikan mantan suami maka akan semakin tinggi dukungan mantan suami. Semakin tinggi dukungan mantan suami maka akan semakin tinggi relasi orang tua-anak. Semakin lama pendidikan ibu, semakin tinggi pendapatan ibu, strategi koping, dan relasi orang tua-anak maka akan semakin tinggi kebahagiaan keluarga. Hasil uji pengaruh menemukan bahwa semakin tinggi pendapatan ibu maka akan menurunkan strategi koping dan meningkatkan kebahagiaan keluarga tunggal. Semakin tinggi dukungan mantan suami maka akan meningkatkan relasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Semakin tinggi strategi koping maka akan semakin tinggi kebahagiaan keluarga tunggal. Secara garis besar hasil uji SEM menunjukkan bahwa terdapat 2 seri jalur yang berpengaruh terhadap kebahagiaan keluarga tunggal yaitu (1) Berasal langsung dari entry point endogenous latent variable karakteristik keluarga (terdiri atas satu indikator yaitu pendapatan ibu) langsung menuju kebahagiaan keluarga tunggal, dan (2) Berasal dari entry point endogenous latent variable karakteristik keluarga (terdiri atas satu indikator yaitu pendapatan ibu) melalui variabel mediating yaitu strategi koping dan akhirnya mempengaruhi kebahagiaan keluarga tunggal. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian kepada anak dari keluarga tunggal bersamaan dengan penelitian kepada ibunya agar dapat memperoleh gambaran lebih baik mengenai kebahagiaan keluarga tunggal. Pemerintah dapat bekerjasama dengan berbagai pihak seperti universitas, NGO, dan masyarakat untuk melakukan konseling keluarga dan pemberdayaan ekonomi bagi ibu dari keluarga tunggal sesuai dengan minat dan potensi dari lingkungan tempat tinggalnya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111891
      Collections
      • MT - Human Ecology [2410]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository