Pengaruh Beberapa Bahan Aktif Pestisida dalam Menekan Intensitas Penyakit Busuk Lunak pada Bibit Anggrek Phalaenopsis
Date
2022Author
Darda, Azqia Maulida
Nawangsih, Abdjad Asih
Hidayat, Sri Hendrastuti
Metadata
Show full item recordAbstract
Anggrek Phalaenopsis merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang penting di Indonesia. Penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh bakteri dan cendawan patogenik merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman sukulen seperti anggrek. Pengendalian penyakit busuk lunak yang dilakukan petani pada tanaman anggrek umumnya dilakukan secara intensif dengan penggunaan pestisida berbahan aktif antibiotik. Antibiotik telah dilarang di Indonesia sejak tahun 2015 sehingga terjadi perubahan dalam penggunaan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh beberapa pestisida dengan bahan aktif non-antibiotik untuk mengendalikan penyakit busuk lunak. Formulasi bahan aktif yang digunakan adalah kombinasi propineb dengan fluopikolid (Trivia 73 WP), kombinasi tebukonazol dengan trifloksistrobin (Nativo 75 WG), propineb (Antracol 70 WP), dan asam oksolinik (Starner 20 WP). Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan; setiap ulangan terdiri atas 10 unit tanaman. Insidensi dan keparahan penyakit diamati setiap minggu, dari minggu ke-1 hingga minggu ke-8 setelah aplikasi. Formulasi kombinasi propineb dengan fluopikolid dan bahan aktif tunggal asam oksolinik tidak efektif dengan indeks penekanan penyakit 0%, kombinasi tebukonazol dan trifloksistrobin dan bahan aktif tunggal propineb kurang efektif dengan indeks penekanan penyakit 25%. Semua formulasi pestisida yang diuji tidak menyebabkan perubahan warna daun (efek fitotoksik) pada tanaman anggrek. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan selain dengan aplikasi pestisida adalah pengendalian secara mekanis dan aplikasi agens biokontrol.
Collections
- UT - Plant Protection [2517]
