Respon Varietas Jagung dan Kedelai terhadap Berbagai Pola Tanam pada Budidaya Jenuh Air
Response of Maize Varieties and Soybean to Several Cultivation Pattern under Saturated Soil
Date
2020Author
Sari, Siti Hapita
Ghulamahdi, Munif
Suwarno, Willy Bayuardi
Melati, Maya
Metadata
Show full item recordAbstract
Jagung merupakan salah satu komoditi penting untuk pangan, pakan, dan
industri. Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk mengakibatkan berkurangnya
lahan pertanian dikarenakan alih fungsi lahan untuk kepentingan non-pertanian. Hal
ini mendorong inovasi sistem budidaya termasuk pola tanam tumpangsari. Kedelai
merupakan tanaman yang dapat ditumpangsarikan dengan jagung. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sistem pola tanam tumpangsari dan varietas jagung
yang paling baik yang dapat digunakan pada budidaya jenuh air di lahan sawah.
Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Sawah Baru. IPB, November 2018-
Februari 2019, menggunakan rancangan petak terbagi dengan tiga ulangan. Petak
utama yaitu pola tanam yang terdiri atas monokultur, tumpangsari baris tunggal
jagung, tumpangsari baris ganda jagung, dan tumpangsari tiga baris jagung. Anak
petak yaitu varietas yang terdiri atas Sukmaraga, Bima 19, dan BISI 2.
Hasil penelitian menunjukan bahwa produktivitas tanaman jagung dan
kedelai dipengaruhi oleh interaksi antar pola tanam dan varietas. Pada tanaman
jagung produktivitas tertinggi terdapat pada sistem tumpangsari dua baris jagung
dengan varietas jagung BISI 2 (7.33 ton ha-1), dan pada produktivitas kedelai
terdapat pada sistem tumpangsari 1 baris jagung dengan varietas BISI 2 (2.16 ton
ha-1). Pengaruh iklim mikro pada berbagai pola tanam dengan produktivitas pada
penelitian sangat kecil karena jarak antar perlakuan sempit. Penggunaan berbagai
pola tanam tumpangsari secara analisis usahatani layak digunakan dan nilai B/C
lebih dari 1. Nisbah kesetaraan lahan (NKL) pada semua perlakuan, kecuali
tumpang sari 1 baris dengan varietas Bima 19, lebih dari 1. Hal ini mengindikasikan
bahwa penggunaan pola tanam tumpangsari dapat meningkatkan produktivitas
lahan. NKL tertinggi terdapat pada sistem pola tanam tumpangsari 2 baris jagung
dengan varietas BISI 2 (1.43) dan sistem pola tanam tumpangsari 3 baris jagung
varietas BISI 2 (1.43). Penggunaan tumpangsari dengan pengaplikasian jarak
tanam yang rapat dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan pendapatan petani
jika pengaruh kompetisi yang besar antar tanaman dapat dihindari.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
