View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Manajemen Risiko Rantai Pasok Getah Pinus Perhutani KPH Bogor

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (2.323Mb)
      Full Text (4.063Mb)
      Lampiran (2.231Mb)
      Date
      2022
      Author
      Rachmalia, Meidy
      Cahyadi, Eko Ruddy
      Slamet, Alim Setiawan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Indonesia masuk kedalam urutan tiga besar di dunia dalam ekspor gondorukem dan terpentin, namun dalam memproduksi gondorukem dan terpentin kualitas terbaik cukup sulit. Hal ini dikarenakan Perhutani sulitnya memproduksi getah pinus dengan kualitas terbaik karena dipengaruhi beberapa faktor, yaitu: rendahnya suhu dan curah hujan tinggi, wadah penampung getah, keterampilan penyadap, lingkungan, kondisi pohon pinus, dan jenis pinus yang dipilih. Oleh karena itu, penelitian manajemen risiko rantai pasok getah pinus menjadi penting dan diperlukan untuk mendukung produksi getah pinus berkualitas tinggi. Metode pengumpulan data diperoleh dengan survei lapang, kuisioner dan wawancara mendalam dengan pakar. Pakar yang terlibat terdiri dari Asisten Perhutani, Kepala Resor Pengelolaan Hutan/KRPH, Penyadap, Penanam Bibit, Mandor Sadap, Petugas Pengangkutan Getah, Polisi Hutan, dan Peneliti. Pakar tersebut terlibat langsung dalam produksi getah pinus dan peneliti yang memiliki keilmuan terkait getah pinus. Data sekunder diperoleh melalui studi literatur. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, House of Risk (HOR), dan Interpretative Structural Modeling (ISM). House of Risk terdiri dari 2 tahapan yaitu HOR 1 untuk menentukan prioritas sumber risiko/ risk agent yang terpilih untuk dicari tindakan preventif, sedangkan HOR 2 menentukan urutan tindakan preventif yang diprioritaskan untuk sebaiknya diterapkan terlebih dahulu. ISM dalam penelitian ini dimanfaatkan untuk mengetahui faktor kunci dan pola hubungan antar sub-elemen penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa rantai pasok getah pinus pada Perhutani KPH Bogor secara berurutan terdiri dari supplier, manufacture 1, distribution 1, manufacture 2, distribution 2, retail, end user. Berdasarkan hasil penilaian HOR 1 terpilih 18 risk agent dari total 30 risk agent untuk dicari tindakan preventifnya dengan risiko tertinggi yaitu curah hujan tinggi, suhu rendah dan kelembaban lingkungan tinggi menyumbang 9,9% masalah. Dalam penelitian ada delapan strategi yang diusulkan dengan hasil penilaian HOR 2 terpilih tiga tindakan preventif yang disarankan untuk diterapkan terlebih dahulu, yakni perbaikan dan pengawasan kualitas mutu getah pinus dari awal proses, pemberian insentif berbasis kinerja dan tarif khusus penyadap lokal dan modernisasi sistem penyadapan getah pinus dengan program biogemme. Hasil analisis dengan metode ISM diperoleh bahwa pada elemen kendala yang menjadi faktor kunci yaitu dua sub-elemen yang berada di level dasar/level 6 yaitu: keterampilan (skill) penyadap lokal kurang dan suhu rendah, curah hujan dan kelembapan tinggi. Kedua elemen ini mampu mempengaruhi elemen lain yang berada di atasnya (level 1-5). Keterampilan penyadap lokal yang rendah dapat mempengaruhi elemen 5 (level 5) yaitu ketergantungan terhadap tenaga kerja dari luar karena dianggap lebih ahli dan efisien. Elemen lain yaitu suhu rendah, curah hujan dan kelembapan tinggi mampu mempengaruhi elemen 7 (level 3) berupa saluran getah membeku dikarenakan kondisi kawasan bogor yang dingin. Pada elemen strategi preventive action PA 3 (pemberian insentif berbasis kinerja dan tarif khusus penyadap lokal) terpilih menjadi faktor kunci. Strategi pemberian insentif berbasis kinerja dan tarif khusus penyadap lokal dijadikan landasan penggerak bagi strategi lain karena penyadap bertindak sebagai pelaksana berperan penting terhadap keberhasilan strategi yang akan diusulkan. Oleh karena itu untuk memotivasi penyadap untuk berkerja dengan baik membutuhkan dorongan dengan insentif berupa uang. Penyadap yang diwawancara dalam penelitian ini memutuskan berkerja sebagai penyadap karena untuk memenuhi kebutuhan finansial untuk menjalani kehidupannya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/110723
      Collections
      • MT - Economic and Management [3203]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository