Evaluasi Tegakan Tinggal Pasca Penebangan pada Areal Hutan yang Menggunakan Sistem Silvikultur Intensif (Silin) (Kasus di Konsesi Hutan PT. Sarmiento Parakantja Timber, Kalimantan Tengah)
Abstract
Kegiatan penebangan di hutan hujan tropis saat ini memiliki citra yang buruk dalam
pandangan publik. Hal ini disebabkan karena dampak yang diakibatkan, yang dipandang sebagai
perusak hutan. Banyak upaya untuk mengurangi dampak dari penebangan salah satunya adalah
dengan menerapkan sitem silvikultur yang tepat guna seperti silvikultur intensif yang sekarang
coba diterapkan pada hutan alam sekunder. Dengan penurunan limit diameter pohon yang ditebang
diharapkan mampu memperoleh kelestarian fungsi hutan produksi, peningkatan produksi (kayu)
maupun dalam hubungannya dengan revitalisasi industri kayu dari sisi pemenuhan bahan baku
yang memadai dan berkesinambungan. Untuk mengetahui sejauh mana dampak yang ditimbulkan
oleh kegiatan penebangan dengan sistem silvikultur intensif khususnya pada komposisi dan
struktur tegakan maka dilakukan penelitian ini.
Collections
- UF - Forest Management [3314]


