Keragaan Morfologi, Agronomi dan Potensi Hasil Galur-Galur F7 Sorgum IPB Hasil Seleksi Pedigree dan Bulk
Date
2021Author
Farid, Raisa Annisa
Sutjahjo, Surjono Hadi
Marwiyah, Siti
Metadata
Show full item recordAbstract
Galur hasil pemuliaan tanaman perlu dikarakterisasi secara lengkap
mencakup karakter morfologi, agronomi, dan komponen hasil. Penelitian bertujuan
untuk mempelajari keragaan morfologi, agronomi, potensi hasil; menyeleksi galur
unggul; serta mengelompokkan galur-galur F7 sorgum berdasarkan kemiripan
karakter. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari hingga Juli 2021 di
Kebun Percobaan Leuwikopo, Laboratorium Mikroteknik, dan Laboratorium
Pemuliaan Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Rancangan
percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor yaitu
genotipe. Genotipe sorgum yang digunakan berjumlah 17 galur F7 sorgum IPB serta
5 varietas pembanding yaitu Numbu, Kawali, Soraya IPB 2, PI-10-90-A dan PI 150-20-A. Kemiripan galur berdasarkan karakter morfologi, agronomi, potensi
hasil dianalisis menggunakan software PBSTAT-CL. Hasil penelitian menunjukan
galur-galur F7 memiliki karakter yang beragam, kecuali pada karakter lebar daun,
jumlah daun hijau saat maturity, diameter malai, kandungan gula (brix) batang fase
generatif, kerapatan malai saat matang dan kandungan antosianin pada daun. Galur
A-1-23-1-1 memiliki jumlah daun hijau saat anthesis nyata lebih banyak
dibandingkan seluruh pembanding serta daun hijau saat maturity lebih banyak
terhadap seluruh pembanding. Galur A-18-3-4-7, A-18-12-7-5, B-14-25-5-6
merupakan galur dengan kandungan gula (brix) saat panen nyata lebih besar
terhadap pembanding Kawali. Galur A-21-14-2-1, B-14-25-5-6, C-375-17-5-9
memiliki potensi hasil nyata lebih besar terhadap pembanding PI-150-20-A. Sorghum breeding lines need to be characterized include morphological,
agronomic, yield potential. This study aim to learn about morphological,
agronomic and yield potential; lines selection superior; grouping of sorghum
genotypes based on character resemblance. Experiment was conducted from
Februari to July 2021 at Leuwikopo experiment field of IPB University,
Microtechnical Laboratory, and Plant Breeding Laboratory Department of
Agronomy and Horticulture, IPB University. Experimental design used was a
randomized complete block design with genotype as the treatment factor. The plant
materials used were 17 F7 lines and 5 varieties as control is; Numbu, Kawali,
Soraya IPB 2, PI-10-90-A, PI-150-20A. The similarity of the lines was analyzed
using PBSTAT-CL software. Genotype F7 lines had varios on characters; except for
character of leaf width, number of green leaves at maturity, panicle diameter, sugar
iii
content (brix) of generative phase stems, panicle density when ripe and anthocyanin
content in leaves. A-1-23-1-1 line had more green leaves at anthesis and maturity
than all comparisons. A-18-3-4-7, A-18-12-7-5, B-14-25-5-6 were lines with
significantly higher sugar content (brix) at harvest than the Kawali comparison.
The lines A-21-14-2-1, B-14-25-5-6, C-375-17-5-9 had significantly higher yield
potential than the PI-150-20-A
