Studi Model Kinetika Ekstraksi Oleoresin Lada (Piper nigrum L.) Berbantu Ultrasonik
Date
2021-10-04Author
Sari, Anggie Yulia
Budiastra, I Wayan
Widodo, Slamet
Metadata
Show full item recordAbstract
Oleoresin lada merupakan salah satu produk potensial ekspor Indonesia, yang selama ini masih dalam bentuk biji lada. Teknologi ekstraksi yang dikembangkan salah satunya adalah Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) yang dapat digunakan untuk mengekstraksi oleoresin dari lada dan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan teknologi maserasi. Namun, proses ekstraksi UAE untuk oleoresin lada belum banyak diketahui. Karakteristik dari ekstraksi ditinjau dari mekanisme kinetika ekstraksi dan pengembangan model untuk mengetahui hasil akhir ekstraksi, laju kinetika ekstraksi, dan kapasitas ekstraksi saat saturasi dengan mengacu pada persamaan umum dari model orde kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakterisasi ekstraksi oleoresin lada putih berbantu UAE pada berbagai amplitudo dan waktu ekstraksi, dan melakukan validasi model kinetika orde kedua untuk proses ekstraksi berbantu UAE. Penelitian ini menggunakan biji lada putih dengan umur panen 8 bulan setelah pembungaan varietas muntok asal Bangka Belitung. Biji lada digiling hingga memiliki ukuran partikel sebesar 100 mesh. Ekstraksi UAE dilakukan dengan menambahkan 800 ml etanol ke dalam 200 gr bubuk lada dengan ratio padatan dab pelarut adalah 1:4. Proses maserasi juga dilakukan sebagai perlakuan kontrol. Amplitudo yang digunakan dalam ekstraksi UAE adalah 45, 60, 75, dan 90 %; dan waktu ekstraksi masing-masing adalah 45, 60, 75, dan 90 menit. Data yang diperoleh digunakan untuk membangun suatu model dengan fungsi waktu esktraksi dan amplitudo UAE terhadap beberapa parameter model orde kedua seperti konstanta laju ekstraksi, kapasitas ekstraksi, dan laju ekstraksi awal. Model tersebut dapat digunakan untuk memprediksi rendemen oleoresin pada berbagai amplitudo dan waktu ekstraksi UAE. Hasil dari konsentrasi oleoresin lada putih digunakan sebagai data awal dalam pengembangan model kinetika orde kedua. Model yang dikembangkan menggambarkan bahwa amplitudo UAE dan waktu ekstraksi merupakan variabel yang sangat berpengaruh terhadap perolehan hasil konsentrasi oleoresin. dst ..
Collections
- MT - Agriculture Technology [2430]
