Peranan Amelioran terhadap Perbaikan Sifat Kimia Tanah dan Hasil Jagung (Zea mays) di Lahan Bekas Tambang Timah
Abstract
Peningkatan produksi pertanian dihadapkan pada masalah semakin menurunnya sumberdaya lahan pertanian, sehingga pemanfaatan lahan marginal dapat menjadi solusi. Lahan bekas tambang timah merupakan salah satu lahan marginal yang dapat dijadikan lahan pertanian dengan faktor pembatas fisik, kimia dan biologi tanah yang buruk seperti bentang alam yang tidak teratur, tekstur tanah berpasir, iklim mikro yang buruk, kemampuan menahan air dan hara yang rendah, kandungan nutrisi tanah rendah, dan penurunan keanekaragaman hayati organisme tanah. Penerapan teknologi tepat guna yang paling mendasar dalam memperbaiki lahan bekas tambang timah adalah pemberian bahan amelioran. Biochar dari bahan baku tandan kosong kelapa sawit (TKKS), pupuk kandang, dan kompos mucuna merupakan tiga bahan amelioran yang banyak tersedia dan mudah didapatkan di Kepulauan Bangka Belitung.
Pengaruh amelioran terhadap perbaikan sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan produksi tanaman tergantung pada karakteristik amelioran yang dipengaruhi oleh jenis bahan baku dan dosis aplikasi, sehingga penelitian peranan amelioran terhadap sifat kimia tanah dan hasil jagung di lahan bekas tambang timah penting untuk dilakukan. Penelitian bertujuan mengkarakterisasi sifat fisik biochar dan sifat kimia biochar, pupuk kandang, dan kompos mucuna serta mendapatkan jenis dan dosis amelioran terbaik untuk perbaikan sifat kimia dan hasil jagung di lahan bekas tambang timah. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diuji cobakan yaitu Kontrol (tanpa amelioran), Bio (20 t ha-1 biochar), PK (20 t ha-1 pupuk kandang), KM (20 t ha-1 kompos mucuna), Bio+PK (10 t ha-1 biochar + 10 t ha-1 pupuk kandang), Bio+KM (10 t ha-1 biochar + 10 t ha-1 kompos mucuna), dan PK+KM (10 t ha-1 kompos mucuna + 10 t ha-1 pupuk kandang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik biochar dengan proses pendinginan tanpa menggunakan air lebih baik dibandingkan dengan biochar dengan proses pendinginan menggunakan air dengan nilai luas permukaan, total volume pori, dan volume mikropori lebih tinggi 5% hingga lebih dari 100%. Sifat kimia biochar dari TKKS memiliki C/N rasio, pH, P terlarut asam sitrat 2%, K-Ca-Mg total, Fe-Cu-Zn total tertinggi. Kandungan P total dan Na total tertinggi dimiliki oleh pupuk kandang, sedangkan C organik, N total dan, Mn total tertinggi dimiliki oleh kompos mucuna. Kandungan logam berat Pb dan Cd pada biochar, pupuk kandang dan kompos mucuna masih di bawah ambang batas kandungan Pb (maksimal 50 ppm) dan Cd (maksimal 2 ppm). Aplikasi biochar dengan dosis 20 t ha-1 memberikan efek terbaik dalam memperbaiki sifat kimia tanah yakni pH, K, Mg, dan KB. Selain itu, pemberian 20 t ha-1 amelioran biochar memberikan hasil jagung lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pemberian amelioran, namun tidak berbeda dengan perlakuan amelioran lainnya.
Collections
- MT - Agriculture [4004]
