View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Veterinary Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Veterinary Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Suksesi Serangga Pada Bangkai Burung Yang Keracunan Insektisida Di Lingkungan Kampus IPB Dramaga

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (290.5Kb)
      Fullteks (5.637Mb)
      Lampiran (547.9Kb)
      Date
      2021-09-20
      Author
      Musyaffa, Muhammad Falikhul
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kematian burung liar telah terjadi di beberapa negara karena keracunan berbagai golongan insektisida akibat memakan hasil pertanian atau serangga hama yang terpapar insektisida. Fenomena ini diikuti dengan perpanjangan waktu dekomposisi bangkai akibat kematian serangga dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suksesi serangga pada burung yang keracunan tiga golongan insektisida (karbamat, organofosfat dan piretroid). Penelitian ini dilakukan di Kampus IPB Dramaga, IPB University, Bogor, Indonesia. Satu ekor burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) digunakan sebagai kontrol yang dibunuh dengan cara dislokasi leher (cervical dislocation) secara manual dan tiga ekor burung yang masing masing diberi insektisida karbamat, organofosfat, dan piretroid dosis akut secara peroral. Bangkai burung ditempatkan dalam perangkap serangga, dan selanjutnya serangga yang masuk perangkap dikoleksi setiap 6 jam selama 24 jam, sejak hari pertama peletakan bangkai hingga proses dekomposisi bangkai mencapai skeletal stage. Serangga dekomposer yang datang dan tertangkap diidentifikasi dan dihitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam jenis serangga pada keempat kelompok perlakuan relatif sama, yaitu lalat (Ordo Diptera: Calliphoridae, Muscidae dan Sarcophagidae), lipas (Ordo Dictyoptera: Blattidae dan Blaberidae), kumbang (Ordo Coleoptera: Scarabidae), semut (Ordo Hymenoptera: Formicidae), dan cocoped-earwigs (Ordo Dermaptera: Anisolabididae). Chrysomya megacephala merupakan serangga yang pertama kali datang dan mendominasi bangkai burung dan selalu tertangkap sejak fresh stage hingga post-decay stage pada semua perlakuan. Dekomposisi bangkai pada kelompok perlakuan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok kontrol membutuhkan waktu 6 hari untuk mencapai skeletal stage, sedangkan kelompok karbamat 7 hari, organofosfat 13 hari dan piretroid 14 hari. Suhu lingkungan pada perlakuan piretroid memiliki hubungan yang signifikan dengan jumlah serangga yang tertangkap setiap hari. Namun, fluktuasi suhu dan kelembapan lingkungan tidak berkorelasi dengan jumlah serangga yang datang setiap hari.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/109326
      Collections
      • MT - Veterinary Science [974]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository