Pendugaan Emisi Gas Karbondioksida Akibat Kebakaran Hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi
Abstract
Kebakaran lahan dan hutan berkontribusi besar pada peningkatan emisi karbon di atmosfer bumi. Emisi karbon ini dapat berdampak buruk terhadap lingkungan. Penelitian ini difokuskan dalam estimasi luas area kebakaran dan estimasi emisi karbon di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Penelitian dilakukan dengan metode digital untuk menduga luas area terbakar. Peta luasan kebakaran diperoleh dengan menggunakan citra Landsat 8 OLI/TIRS Tier 2. Penghitungan emisi karbondioksida menggunakan persamaan Seiler dan Crutzen. Fluktuasi jumlah hotspots yang terdeteksi pada tahun 2016-2020 menyebabkan perbedaan luas area yang terbakar, jumlah hotspots tertinggi diperoleh pada tahun 2019, sebanyak 6.839 titik pada tanah gambut dan 1.529 titik pada tanah mineral dan merupakan area terluas yang terbakar yaitu sebesar (7.758,17 ha) pada tanah gambut dan (9.434,56 ha) pada tanah mineral. Penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya emisi dari suatu wilayah dipengaruhi oleh kandungan biomassa dan luasan area terbakar. Emisi gas CO2 terbesar diperoleh pada tahun 2019 sebesar 507.433,1 ton CO2 pada tanah gambut dan 103.048,2 ton CO2 pada tanah mineral . Land and forest fires contribute greatly to the increase in carbon emissions in the earth's atmosphere. These carbon emissions may bring negative impacts on the environment. This research is focused on estimating the burnt area and estimating carbon emissions in Tanjung Jabung Timur Regency, Jambi Province. The research was conducted using a digital method to estimate the burned area. A burnt area map was made using Landsat 8 OLI/TIRS Tier 2 images. The carbon emission was calculated by using Seiler and Crutzen (1980) equation. Fluctuations in the number of hotspotss detected in 2016-2020 led to differences in the area burned during the period. The highest number of hotspots found in 2019, detected as many as 6.839 points on peat lands and 1.529 points on mineral soil and was the largest area burned was (7.758,17 ha) on peat lands and (9.343.56 ha) on mineral soil . This research proves that the amount of emissions from an area is greatly influenced by the biomass and burnt area. The largest CO2 gas emissions was found in 2019 which was 507.433,1 ton CO2 on peat lands and 103.048,2 ton CO2 on mineral soils.
Collections
- UT - Silviculture [1450]
