View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Cabai Merah Keriting dan Preferensi Risiko Petani di Kabupaten Bogor

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (2.050Mb)
      Fullteks (1.956Mb)
      Lampiran (2.139Mb)
      Date
      2021-08-31
      Author
      Sinatria, Teki
      Fariyanti, Anna
      Hidayat, Nia Kurniawati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Produktivitas cabai merah keriting di Kabupaten Bogor lebih rendah dibandingkan rata-rata produktivitas di Jawa Barat yang merupakan provinsi dengan produktivitas tertinggi di Indonesia. Cabai merah tergolong sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi (high economic value commodity) sehingga sangat potensial sebagai sumber pendapatan petani. Meskipun tergolong mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, namun komoditas cabai merah menuntut pengelolaan usahatani secara intensif, memiliki risiko gagal panen dan risiko produktivitas yang tinggi, serta memiliki karakteristik mudah rusak (perishable) sehingga dapat berdampak terhadap produksi dan pendapatan petani. Untuk menghadapi risiko tersebut, petani senantiasa dihadapkan dengan pengambilan keputusan dalam penggunaan input-input produksi. Alokasi input merupakan salah satu kunci utama dalam mencapai produksi yang optimal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani Cabai Merah Keriting di Kabupaten Bogor. (2) menganalisis preferensi risiko petani pada usahatani Cabai Merah Keriting di Kabupaten Bogor. dan (3) menganalisis sumber-sumber inefisiensi teknis usahatani Cabai Merah Keriting di Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ciawi dan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Bogor Khususnya Kecamatan Ciawi dan Megamendung merupakan daerah penghasil cabai merah keriting di Kabupaten Bogor. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive. Petani yang dipilih adalah petani yang telah mengusahakan budidaya cabai merah keriting pada saat penelitian, yaitu periode awal mulai produksi September 2020 – Januari 2021. Petani yang menjadi sampel adalah petani cabai merah di Kecamatan Ciawi dan Megamendung. Jumlah sampel yang diambil yaitu sebanyak 80 petani. Analisis menggunakan model fungsi produksi frontier, fungsi risiko produksi dan fungsi inefisiensi teknis yang telah dikembangkan oleh Kumbhakar. Metode pengolahan data menggunakan program Frontier 4.1. dan SAS 9.1. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata tingkat efisiensi teknis adalah 0.70. Hasil pendugaan fungsi produksi frontier menunjukkan bahwa lahan, pupuk kandang, dan obat-obatan padat dan obat-obatan cair berpengaruh nyata terhadap produksi cabai merah keriting. Hasil pendugaan fungsi risiko menunjukkan bahwa benih dan pupuk kandang. Koefisien-koefisien dalam fungsi risiko produksi seperti lahan, pupuk kimia dan ZPT cair bertanda positif menunjukkan bahwa input-input tersebut merupakan input penambah risiko (risk-increasing) sedangkan input lain merupakan input pengurang risiko (risk decreasing). Berdasarkan hasil analisis, pada keseluruhan input produksi menunjukkan bahwa preferensi risiko petani cabai merah keriting terhadap keseluruhan input produksi adalah risk averse. Faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata menurunkan inefisiensi teknis pada usahatani cabai merah keriting adalah pengalaman usahatani. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengalaman berperan penting untuk meningkatkan efisiensi usahatani cabai merah keriting karena dengan pengalaman yang baik aspek manejerial serta alokasi input dapat berkembang dengan baik untuk meningkatkan efisiensi teknis. Peningkatan penggunaan pupuk kandang dan evaluasi alokasi penggunaan pupuk kimia yang tepat jenis dan tepat dosis menjadi saran untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani karena input pupuk kandang dapat menurunkan risiko produktivitas. Petani disarankan untuk meningkatkan penggunaan input-input yang bersifat risk decreasing seperti pupuk kandang dan obat-obatan cair karena input-input tersebut bersifat menurunkan risiko serta berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108996
      Collections
      • MT - Economic and Management [3203]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository