Perubahan Pola Konsumsi Dan Status Gizi Mahasiswa Putra dan Putri TPB IPB Tahun 2005/2006 Peserta Feeding Program
Abstract
Sumberdaya manusia sangat penting bagi pembangunan suatu bangsa. Remaja merupakan salah satu sumberdaya manusia yang harus diperhatikan karena remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran penting di masa yang akan datang. Kualitas manusia di masa yang akan datang sangat dipengaruhi oleh kualitas remaja masa kini. Untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia utamanya remaja, banyak faktor yang harus diperhatikan, antara lain gizi dan kesehatan, pendidikan, informasi, teknologi dan lain-lain. Konsumsi pangan merupakan faktor utama dalam memenuhi kebutuhan zat gizi. Pada gilirannya zat gizi tersebut menyediakan tenaga bagi tubuh, mengatur proses metabolisme dalam tubuh, memperbaiki jaringan tubuh serta pertumbuhan (Harper, et al. 1986). Ketidakseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dengan kebutuhan pada remaja akan menimbulkan masalah gizi kurang atau masalah gizi lebih. Kekurangan gizi akan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, meningkatkan angka kesakitan (morbiditas), pertumbuhan tidak normal (pendek), tingkat kecerdasan rendah dan produktivitas rendah (Soekirman, 2000). Hasil penelitian Permaesih (2003) menunjukkan prevalensi remaja gizi kurang berkisar antara 40-88%, sedangkan hasil penelitian yang dilakukan di asrama mahasiswa IPB tahun 2002/2003 menunjukkan tingginya prevalensi anemia dan kurang gizi pada mahasiswa tersebut. Mahasiswa putri yang menderita anemi sebesar 48,1% dan kurang gizi sebesar 7,3%, dan mahasiswa putra menderita anemi sebesar 4,3% dan 28,7% kurang gizi (Anggraeni, 2004; Putri, 2004; Santika, 2004; Suherman, 2004).
Collections
- MF - Human Ecology [2473]


