Makanan dan Reproduksi Ikan Payangka (Ophieleotris aporos (Bleeker)) di Danau Tondano

Date
1988Author
Soeroto, Bambang
Sastrakusumah, Sumardi
Soerianegara, Ishemat
Barizi
Sumawidjaja, Kusman
Eidman, Muhammad
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian tentang makanan dan reproduksi ikan payangka (Ophieleotris aporos) di danau Tondano telah dilakukan selama 16 bulan, dari bulan Juli 1980 sampai Desember 1981.
Ikan payangka muda ukuran 10-35 mm (disebut nike) memakan zooplankton dan fitoplankton. Zooplankton yang paling sering ditemukan dalam lambung nike adalah Cyclops, kemudian berturut-turut nauplius, Keratella, Bosmina, Brachionus, Ceriodaphnia dan Polyarthra; sedangkan fitoplankton berturut-turut adalah Oscillatoria, Cladophora dan Navicula. Phormidium, Nitzschia, Berdasarkan nisbah makanan (NM) atau indeks pilihan (IP), organisme makanan yang dipilih nike adalah Cyclops, Bosmina, Phormidium dan Brachionus.
Organisme makanan yang paling sering ditemukan dalam lambung ikan payangka (ukuran 35 mm ke atas) adalah alga benang, kemudian berturut-turut keong Stenothyra, udang Caridina, keong Thiara, Angulyagra, larva serangga, tumbuhan tingkat tinggi dan nike. Dari organisme-organisme ini yang dipilih (berdasarkan NM dan IP) adalah Caridina, larva serangga dan Stenothyra. Pada bulan Agustus (musim kemarau) ketersediaan makanan berubah agak mencolok (menjadi relatif sedikit), demikian juga makanan ikan payangka dan nike.
Ikan ukuran 25 mm atau lebih mulai makan udang; setelah 40 mm atau lebih mulai makan Stenothyra; setelah 55 mm atau lebih mulai makan Thiara; setelah 70 mm dan seterusnya mulai makan Angulyagra, juga memakan nike. Makanan menjadi semakin bervariasi jika ikan bertambah besar, namun setelah 145 mm ke atas, menjadi kurang bervariasi kembali.
Menilik gigi rahang dan gigi kerongkongan yang runcing serta saluran pencernaan relatif (SPR) yang kecil (0.27-0.78), ikan payangka adalah tipe ikan buas, namun ia banyak makan alga benang dan juga moluska, sehingga nampak tidak cocok dengan alat pencernaan tersebut.
Ikan payangka dan nike merupakan mata rantai makanan yang sangat penting, dan dapat memanfaatkan hampir seluruh sumberdaya hayati danau Tondano kecuali tumbuhan tingkat tinggi dan infauna, dan merupakan produksi ikan komersial terbesar (sekitar 650 ton per tahun). Pesaing makanan yang serius hampir tidak ada, tetapi di masa men-datang lele putih (Clarias batrachus) dapat merupakan ancaman. …

