Fauna Nyamuk dan Peranannya sebagai Vektor Penyakit Malaria dan Filariasis di Daerah Pasang Surut Delta Upang Propinsi Sumatera Selatan

Date
1983Author
Usman, Salim
Sosromarsono, Soemartono
Sigit, Singgih H.
Sastrakusumah, Sumardi
Rumawas, Fred
Nalim, Sustriayu
Metadata
Show full item recordAbstract
Di wilayah Propinsi Sumatera Selatan khususnya daerah hutan rawa Delta Upang, Pemerintah telah membuka hutan rawa untuk areal pertanian dan sekaligus membangun sebagai tempat pemukiman baru. Daerah delta ini dibuka sejak tahun 1969 dan selesai dalam tahun 1978 yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Jumlah penduduk transmigran sampai bulan April 1978 tercatat 2 086 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 9 040. Untuk menunjang program pemerintah dalam peningkatan bahan pangan dan pengembangan daerah faktor kesehatan penduduk merupakan salah satu yang terpenting. Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti malaria dan filariasis sangat erat hubungannya dengan kondisi dan pengelolaan lingkungan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 1979 sampai dengan bulan Nopember 1980. Penelitian meliputi segenap habitat yang terdapat sebagai akibat pembukaan dan pengelolaan daerah pasang surut Delta Upang, fauna nyamuk, predator larva nyamuk, jenis nyamuk yang menggigit manusia serta pemeriksaan parasit pada nyamuk dan penduduk. Penangkapan larva nyamuk dilakukan dengan pipet, sedang penangkapan nyamuk dengan menggunakan emergence trap, perangkap berumpan dan umpan badan. Nyamuk yang tertangkap diidentifikasi dan nyamuk vektor potensial malaria dan filariasis dibedah untuk pemeriksaan parasit malaria dan filaria. ...

