Dampak Dana Otonomi Khusus dan Dana Penyesuaian terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi Papua dan Papua Barat
Abstract
Penelitian ini didasari oleh kondisi di Provinsi Papua dan Papua Barat yang
mendapatkan desentralisasi asimetris serta Dana Otonomi Khusus selama 20
tahun dari Pemerintah Pusat namun perkembangan pembangunannya masih
terbelakang dan umumnya masih berada dibawah rata-rata nasional. Tujuan yang
ingin dicapai dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dariDana otsus dan
dana penyesuaian terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya di Papua dan
Papua Barat. Kesejahteraan masyarakat dapat digambarkan dari Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkat kemiskinan. Penggunaan data terdiri
dari data time series selama periode 2014 hingga 2020 dandata cross section yaitu
29 kabupaten/kota di Papua dan 13 kabupaten/kota di Papua Barat. Metode
analisis berupa analisis deskriptif dan kuantitatif pada regresi dengan variabel
dummy. Hasil penelitian menunjukan pengaruh Dana Otonomi Khusus dan Dana
Penyesuaian terhadap Belanja Modal dan Belanja Pegawai Tidak Langsung tidak
sama antara Papua dengan Papua Barat. Sementara pengaruh Dana Otonomi
Khusus terhadap Belanja Barang dan Jasa sama saja antara Papua dengan Papua
Barat. Angka Harapan Hidup dipengaruhi oleh Belanja Modal Tahun Sebelumnya
dan Belanja Barang dan Jasa, namun pengaruh angka harapan hidup terhadap
belanja barang dan jasa lebih rendah di Papua dibandingkan di Papua Barat.
Harapan Lama Sekolah dipengaruhi oleh Belanja Barang dan Jasa dan Belanja
Pegawai Tidak Langsung, namun pengaruh Belanja Pegawai Tidak Langsung
terhadap Harapan Lama lebih rendah di Papua dibandingkan Papua Barat. Rata rata lama sekolah dipengaruhi oleh Belanja Modal Tahun Sebelumnya dan
Belanja Pegawai Tidak Langsung, namun pengaruh Belanja Pegawai Tidak
Langsung pengaruhnya lebih rendah di Papua dibandingkan Papua Barat.
Pengeluaran per Kapita Disesuaikan dipengaruhi oleh Belanja Modal Tahun
Sebelumnya, Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Pegawai Tidak Langsung.
Pengaruh kinerja daerah terhadap kesejahteraan masyarakat menunjukkan seluruh
pertumbuhan komponen Indeks Pembangunan Manusia yaitu pertumbuhan Angka
Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah, Pengeluaran
per Kapita disesuaikan memengaruhi peningkatan pertumbuhan Indeks
Pembangunan Manusia. Penurunan kemiskinan dipengaruhi oleh Rara-rata Lama
Sekolah dan Pengeluaran per Kapita Disesuaikan This research is based on conditions in the provinces of Papua and West
Papua which have received asymmetric decentralization and a Special Autonomy
Fund for 20 years from the Central Government, but the development progress is
still underdeveloped and generally still below the national average. The aim of
this research is to determine the effect of the Special Autonomy Fund and
adjustment funds on the welfare of the community, especially in Papua and West
Papua. Community welfare can be described from the Human Development Index
(HDI) and the level of poverty. The use of data consists of time series data for the
period 2014 to 2020 and cross section data, namely 29 districts/cities in Papua and
13 districts/cities in West Papua. The method of analysis in the form of
descriptive and quantitative analysis on regression with dummy variables. The
results showed that the effect of the Special Autonomy Fund and Adjustment
Fund on Capital Expenditures and Indirect Personnel Expenditures was not the
same between Papua and West Papua. Meanwhile, the influence of the Special
Autonomy Fund on the Expenditure of Goods and Services is the same between
Papua and West Papua. Life expectancy is influenced by previous year's capital
expenditure and goods and services expenditure, but the effect of life expectancy
on goods and services expenditure is lower in Papua than in West Papua. Length
of School Expectations are influenced by goods and services expenditures and
indirect personnel expenditures, but the influence of indirect employee
expenditures on old expectations is lower in Papua than in West Papua. The
average length of schooling is influenced by the previous year's Capital
Expenditure and Indirect Personnel Expenditure, but the influence of Indirect
Personnel Expenditure is lower in Papua than in West Papua. Adjusted per Capita
Expenditure is influenced by Capital Expenditure of the previous year,
Expenditure on goods and services and Expenditure for Indirect Personnel. The
influence of regional performance on people's welfare shows that all components
of the Human Development Index growth, namely the growth of Life Expectancy,
Expectation of Years of Schooling, Average Length of Schooling, Expenditures
per Capita are adjusted to affect the increase in the growth of the Human
Development Index. Poverty reduction is influenced by Average Years of
Schooling and Adjusted Expenditure per Capita.
