Model Simulasi Tanaman untuk Menduga Produktivitas dan Masa Tanam Tanaman Jagung pada Tiga Tipe Iklim yang Berbeda (Studi Kasus: Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Deli Serdang, dan Kota Palu)
Date
2021Author
Miza, Sri Asih Mulyani
Handoko, Handoko
Yuliawan, Taufiq
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia memiliki variasi suhu udara dan curah hujan yang berbeda di setiap wilayah sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Penelitian ini memanfaatkan model simulasi tanaman jagung untuk menduga produktivitas, waktu tanam yang optimum, dan kebutuhan air tanaman. Produktivitas diduga menggunakan model pertumbuhan, waktu panen ditentukan oleh konsep heat unit, dan kebutuhan air tanaman diestimasi menggunakan konsep evapotranspirasi aktual. Pengujian hasil model dan data observasi menunjukkan tingkat akurasi (nilai galat) pada Kabupaten Deli Serdang sebesar 2%, Kabupaten Nganjuk sebesar 20%, dan Kota palu sebesar 60%. Produktivitas jagung di Kabupaten Nganjuk lebih unggul dibandingkan di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Palu. Faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah kondisi iklim, lingkungan, dan faktor produksi (varietas, pupuk, irigasi, hama penyakit). Bulan tanam yang optimal untuk melakukan penanaman tanpa adanya irigasi pada Kabupaten Nganjuk adalah November hingga Desember, Kabupaten Deli Serdang adalah Mei, Juli, Oktober, November, dan Desember, dan Kota Palu adalah Maret. Tanaman jagung membutuhkan air pada Kabupaten Nganjuk sebesar 2,3-17,2 mm/minggu, Kabupaten Deli Serdang sebesar 2,1-14,1 mm/minggu, dan Kota Palu sebesar 2,5-19,3 mm/minggu dengan kebutuhan air terbanyak pada fase pembentukan bunga dan pematangan biji.
