View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Daya Antimikroba dan Iritasi Sediaan Losion Susu Kambing dengan Penambahan Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis angulata L.).

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (738.8Kb)
      Fullteks (3.776Mb)
      Lampiran (420.1Kb)
      Date
      2020
      Author
      Olivia, Zarifa
      Taufik, Epi
      Soenarno, M Sriduresta
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penggunaan produk dalam bentuk losion yang memiliki sifat antimikroba masih jarang digunakan, produk antimikroba yang banyak digunakan saat ini adalah sabun dan handsanitizer. Losion susu kambing dibuat dengan konsentrasi ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L.) 20% dan ekstrak ditambahkan kedalam formula sebanyak 0, 0.5, 1, dan 3% sebagai antimikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daya antimikroba dari losion susu kambing dengan penambahan ekstrak daun ciplukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada kulit manusia, serta melihat daya iritasi dari pemakaian losion. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan pengulangan sebanyak 3 kali. Data karakteristik antimikroba dan jumlah total Staphylococcus aureus dianalisis dengan ANOVA, sedangkan uji iritasi secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu kambing, zat aktif pada ekstrak daun ciplukan, nipagin, dan nipasol mampu menghambat jumlah pertumbuhan Staphylococcus aureus losion selama masa penyimpanan 14 hari pada suhu ruang. Antimikroba pada susu kambing dan zat aktif pada ekstrak daun ciplukan tidak dapat bekerja sebagai antimikroba pada kulit dengan konsentrasi penggunaan 20%, serta menggunakan metode difusi sumuran yang berdiameter 8 mm. Losion susu kambing dengan penambahan ekstrak daun ciplukan tidak menimbulkan gejala iritasi primer. Hal tersebut karena penggunaan basis losion dan zat aktif yang masih dibawah kadar maksimal penggunaan yang ditetapkan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107235
      Collections
      • UT - Animal Production Science and Technology [4044]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository