View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kesehatan Benih Kedelai (Glycine max L.) Produksi Petani: Studi Kasus Kelompok Tani di Wonogiri

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (7.693Mb)
      Date
      2020
      Author
      Hapsari, Ramadhani Yovita
      Sinaga, Meity Suradji
      Khairani, Hagia Sophia
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kedelai merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia setelah padi dan jagung. Salah satu kendala dalam budi daya kedelai ialah adanya serangan patogen yang mengakibatkan produksi kedelai menjadi rendah. Di Kabupaten Wonogiri, petani kedelai lebih banyak menggunakan benih hasil produksi sendiri. Oleh karena itu, dilakukan suatu studi kasus di Wonogiri yang bertujuan untuk memperoleh informasi kesehatan benih kedelai produksi mandiri petani. Kesehatan benih kedelai dievaluasi melalui uji kesehatan benih. Uji kesehatan benih yang diamati berupa persentase benih yang terinfeksi dan persentase perkecambahan normal. Percobaan dilakukan dengan rancangan faktorial dalam acak lengkap (dengan ukuran 3x2). Terdapat dua faktor perlakuan, yaitu berdasarkan asal benih (Desa Genuk, Suru, dan Sumberejo) dan disinfektan (tanpa NaOCl 1% / kontrol dan NaOCl 1%). Metode uji dilakukan dengan menggunakan blotter test yang termodifikasi. Identifikasi cendawan terbawa benih dilakukan berdasarkan morfologi cendawan yang mengacu pada kunci identifikasi. Data dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut Tukey α = 0.05 menggunakan aplikasi SAS 9.4. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan tingkat persentase infeksi benih, benih kedelai asal produksi mandiri petani di Wonogiri belum layak dijadikan sebagai sumber benih sehat, benih asal Desa Suru terinfeksi dan terkontaminasi Aspergillus niger dan A. flavus dengan persentase infeksi yang tinggi (rata-rata 90%). Namun, berdasarkan persentase perkecambahan normal, benih asal Desa Sumberejo layak dijadikan sebagai sumber benih. Cendawan yang terdeteksi terbawa benih kedelai hanya A. niger dan A. flavus. Populasi A. niger dan A. flavus yang tinggi berpotensi menutupi pertumbuhan cendawan lain yang terbawa benih.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106735
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository